Sabtu, 19 September 2026

Breaking News

  • Jejak Nihil Rombongan Jurnalis di Selat Sunda, Waketum IMO-Indonesia Soroti Kinerja Andra Soni hingga Pigai   ●   
  • LESBUGA MENGGELAR AUDENSI DENGAN PEMERINTAH KOTA ADMINISTRASI JAKARTA TIMUR TERKAIT KEGIATAN FESTIVAL TARI RATOH JAROE   ●   
  • Surat Tahun 1986 Diabaikan, S. Hondro : Pertanyakan Proses Verifikasi Ganti Rugi Tol Pekanbaru–Rengat   ●   
  • Karhutla di Salo Kampar Berhasil Dikendalikan, TNI Kerahkan Pasukan Gabungan   ●   
  • Pelapor dan Tersangka Berdamai, Mirwansyah Apresiasi Penyidik Polresta Pekanbaru   ●   
Lahan Terbatas Tak Halangi Lapas Pekanbaru Produksi 800 Telur per Hari
Kamis 11 Juni 2026, 12:11 WIB

Pekanbaru –SuaraHebat.com_-Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pekanbaru terus menunjukkan komitmen nyata dalam mendukung program ketahanan pangan nasional melalui kegiatan pembinaan kemandirian bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). Salah satu program unggulan yang saat ini menunjukkan hasil signifikan adalah pengembangan peternakan ayam petelur yang mampu memproduksi hingga 800 butir telur setiap harinya, Kamis (11/06).

Program ini menjadi wujud kontribusi nyata Lapas Pekanbaru dalam mendukung swasembada pangan, sekaligus sebagai sarana pembekalan keterampilan praktis bagi warga binaan. Melalui kegiatan ini, WBP tidak hanya dilatih secara teknis dalam bidang peternakan, tetapi juga dibentuk mental kemandiriannya sebagai bekal setelah kembali ke tengah masyarakat.

Kepala Lapas Kelas IIA Pekanbaru, Yuniarto, menyampaikan bahwa keberhasilan produksi telur ayam ini merupakan bagian dari implementasi Program Asta Cita Presiden Republik Indonesia serta 15 Program Aksi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, khususnya dalam mendukung ketahanan pangan nasional.

“Lapas Pekanbaru berkomitmen penuh untuk mendukung program ketahanan pangan yang menjadi arahan strategis dari Bapak Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan. Produksi telur ayam ini merupakan bukti nyata bahwa program pembinaan kemandirian yang kami jalankan mampu memberikan hasil yang produktif dan berkelanjutan,” ujar Yuniarto.

Lebih lanjut, Yuniarto menegaskan bahwa program ini tidak hanya berorientasi pada hasil produksi, tetapi juga pada proses pembinaan yang menyentuh aspek perubahan perilaku dan peningkatan kapasitas warga binaan.

“Dengan memanfaatkan lahan terbatas, kami mengoptimalkan penggunaan teknologi sederhana seperti kandang modern untuk meningkatkan efisiensi. Harapannya, warga binaan memiliki keterampilan yang dapat diterapkan setelah bebas dan mampu berkontribusi dalam pembangunan, khususnya di sektor ketahanan pangan,” tambahnya.

Salah satu warga binaan yang terlibat langsung dalam program ini, Baner, mengaku mendapatkan pengalaman dan manfaat yang besar dari kegiatan tersebut.

“Saya sangat bersyukur bisa ikut dalam kegiatan ini. Selain menambah ilmu dan keterampilan, kegiatan ini juga memotivasi saya untuk berubah menjadi lebih baik dan siap menjalani kehidupan mandiri setelah bebas nanti,” ungkap Baner.

Program peternakan ayam petelur ini diharapkan dapat terus berkembang sebagai salah satu unit pembinaan unggulan di Lapas Pekanbaru. Ke depan, hasil produksi tidak hanya dimanfaatkan untuk kebutuhan internal, tetapi juga berpotensi mendukung ketersediaan pangan bagi masyarakat sekitar.

Melalui berbagai program pembinaan yang produktif dan inovatif, Lapas Kelas IIA Pekanbaru menegaskan komitmennya dalam menciptakan sistem pemasyarakatan yang tidak hanya berfokus pada pembinaan, tetapi juga pemberdayaan yang berdampak nyata bagi warga binaan dan masyarakat luas.

 

Red/Seprinaldi




Untuk saran dan pemberian informasi kepada redaksi suarahebat.com, silakan kontak ke email: [email protected]


Komentar Anda


Berita Pilihan
Surat Tahun 1986 Diabaikan, S. Hondro : Pertanyakan Proses Verifikasi Ganti Rugi Tol Pekanbaru–Rengat

KUA-PPAS APBD Perubahan 2026 Pekanbaru Sudah Diserahkan ke DPRD, Pembahasan Dikejar Sebelum 30 September

Hakim PN Pekanbaru Turun ke Lokasi, Kuasa Hukum Firdinan: Dasar Kepemilikan Klien Kami Sudah Ada Sejak 1986

Kontrak Mitra Baru Dipersoalkan, PHR dan Vendor Berbeda Keterangan Soal Batas Usia 56 Tahun

SKT Firdinan Terbit 1985 VS SHM 2017, Kejanggalan Data Pertanahan Dipertanyakan — Presiden Prabowo dan Menteri ATR/BPN Nusron Wahid Diminta Turun Tangan

Syahrul Aidi Dorong Penguatan Profesi Jurnalis di Tengah Ledakan AI dan Media Sosial

Waspada! Nama Pejabat Kejati Riau Dicatut untuk Penipuan, Zikrullah Minta Warga Jangan Mudah Percaya

Kualitas Udara Sangat Tidak Sehat, Pemko Pekanbaru Kembali Terapkan PJJ 16 Sampai 18 September

Anggaran Angkutan Sampah DLHK Pekanbaru Disebut Capai Rp 29,4 Miliar, Dugaan Markup dan Armada Fiktif Disorot

Zulhelmi Arifin Jadi Sekda Pekanbaru, Rekam Jejak dan Sejumlah Dugaan Kasus Kembali Disorot

Copyright © 2026 Suarahebat.com - All Rights Reserved
Scroll to top