Sabtu, 19 September 2026

Breaking News

  • Jejak Nihil Rombongan Jurnalis di Selat Sunda, Waketum IMO-Indonesia Soroti Kinerja Andra Soni hingga Pigai   ●   
  • LESBUGA MENGGELAR AUDENSI DENGAN PEMERINTAH KOTA ADMINISTRASI JAKARTA TIMUR TERKAIT KEGIATAN FESTIVAL TARI RATOH JAROE   ●   
  • Surat Tahun 1986 Diabaikan, S. Hondro : Pertanyakan Proses Verifikasi Ganti Rugi Tol Pekanbaru–Rengat   ●   
  • Karhutla di Salo Kampar Berhasil Dikendalikan, TNI Kerahkan Pasukan Gabungan   ●   
  • Pelapor dan Tersangka Berdamai, Mirwansyah Apresiasi Penyidik Polresta Pekanbaru   ●   
Tiga Terduga PMI Nonprosedural Gagal Berangkat ke Luar Negeri Melalui Batam Center
Minggu 14 Juni 2026, 20:00 WIB

suarahebat.com, Batam – Tiga orang yang diduga sebagai calon Pekerja Migran Indonesia (PMI) nonprosedural gagal berangkat ke luar negeri melalui Pelabuhan Internasional Batam Center.

Pantauan di lapangan, ketiga warga negara Indonesia tersebut berasal dari Medan, Surabaya, dan Lombok. Mereka hendak melakukan perjalanan ke Singapura, Kamboja, dan Malaysia hanya dengan menggunakan paspor kunjungan tanpa dilengkapi dokumen izin kerja atau permit kerja yang sah.

Niat mereka untuk berangkat ke luar negeri akhirnya kandas setelah tidak dapat di ijinkan oleh pihak Imigrasi pelabuhan Batam Center menuju negara tujuan.

Salah seorang calon penumpang berinisial SE (41), warga Lombok Timur, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), mengaku telah mengeluarkan biaya sekitar Rp3 juta untuk membeli tiket pesawat dari Lombok menuju Batam.

"Saya dari Lombok ke Batam beli tiket Rp3 jutaan. Ke Batam ada kawan yang mengarahkan," ujar SE saat ditemui di Pelabuhan Batam Center.

Namun saat ditanya mengenai tujuan keberangkatannya ke Singapura, SE seolah berkelit mengaku hanya ingin berwisata.

"Saya hanya mau jalan-jalan saja ke Singapura," katanya.

Meski demikian, pria tersebut enggan menjelaskan identitas orang yang mengarahkannya ke Batam.

Sementara itu, seorang perempuan berinisial DS (26), warga Medan, Sumatera Utara, mengaku hendak bepergian ke Kamboja. Namun, seperti halnya SE, ia hanya membawa paspor kunjungan dan tidak dapat menunjukkan dokumen permit kerja.

Menanggapi adanya temuan penumpang yang diduga hendak bekerja di luar negeri tanpa dokumen pendukung yang lengkap, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Kepulauan Riau, Guntur Sahat Hamonangan, mengatakan persoalan terkait PMI dapat dikoordinasikan dengan Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI).

Menurutnya, saat ini proses pemeriksaan keberangkatan penumpang di sejumlah pelabuhan telah menggunakan sistem autogate untuk meningkatkan kualitas pelayanan sekaligus meminimalisir kontak langsung antara petugas dan penumpang.

"Terkait PMI bisa langsung berkoordinasi dengan BP2MI. Arahan saya sekarang seluruh penumpang melalui autogate sehingga menghindari kontak antara penumpang dengan petugas. Di autogate sudah tidak ada lagi proses wawancara penumpang karena sistemnya telah terintegrasi dengan data yang tersedia," ujarnya.

Ia berharap penerapan autogate dapat terus diperluas di wilayah Kepulauan Riau.

"Kami terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Mudah-mudahan tahun depan seluruh pelabuhan internasional di Kepri dapat menerapkan sistem autogate secara penuh," tambahnya.(Gokkon)




Untuk saran dan pemberian informasi kepada redaksi suarahebat.com, silakan kontak ke email: [email protected]


Komentar Anda


Berita Pilihan
Surat Tahun 1986 Diabaikan, S. Hondro : Pertanyakan Proses Verifikasi Ganti Rugi Tol Pekanbaru–Rengat

KUA-PPAS APBD Perubahan 2026 Pekanbaru Sudah Diserahkan ke DPRD, Pembahasan Dikejar Sebelum 30 September

Hakim PN Pekanbaru Turun ke Lokasi, Kuasa Hukum Firdinan: Dasar Kepemilikan Klien Kami Sudah Ada Sejak 1986

Kontrak Mitra Baru Dipersoalkan, PHR dan Vendor Berbeda Keterangan Soal Batas Usia 56 Tahun

SKT Firdinan Terbit 1985 VS SHM 2017, Kejanggalan Data Pertanahan Dipertanyakan — Presiden Prabowo dan Menteri ATR/BPN Nusron Wahid Diminta Turun Tangan

Syahrul Aidi Dorong Penguatan Profesi Jurnalis di Tengah Ledakan AI dan Media Sosial

Waspada! Nama Pejabat Kejati Riau Dicatut untuk Penipuan, Zikrullah Minta Warga Jangan Mudah Percaya

Kualitas Udara Sangat Tidak Sehat, Pemko Pekanbaru Kembali Terapkan PJJ 16 Sampai 18 September

Anggaran Angkutan Sampah DLHK Pekanbaru Disebut Capai Rp 29,4 Miliar, Dugaan Markup dan Armada Fiktif Disorot

Zulhelmi Arifin Jadi Sekda Pekanbaru, Rekam Jejak dan Sejumlah Dugaan Kasus Kembali Disorot

Copyright © 2026 Suarahebat.com - All Rights Reserved
Scroll to top