BENGKALIS, SUARAHEBAT.COM – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) LSM INPEST (Independen Pembawa Suara Transparansi) Kabupaten Bengkalis menyatakan akan mengawasi dan melakukan investigasi terhadap pelaksanaan program Ketahanan Pangan (Ketapang) yang dibiayai Dana Desa di seluruh desa di Kabupaten Bengkalis.
Langkah tersebut, menurut LSM INPEST, merupakan bagian dari peran serta masyarakat dalam pengawasan penggunaan keuangan negara sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, serta Peraturan Pemerintah Nomor 43 Tahun 2018 mengenai tata cara pelaksanaan peran serta masyarakat dalam pencegahan dan pemberantasan tindak pidana korupsi.
Salah satu yang menjadi perhatian adalah pelaksanaan program Ketahanan Pangan Tahun Anggaran 2025 di Desa Bantan Tua, Kecamatan Bantan. DPD LSM INPEST Kabupaten Bengkalis telah menyampaikan permintaan klarifikasi melalui surat bernomor 01/KL/DPD-INPEST-BKS/VII/2026 terkait hasil investigasi awal, konfirmasi, serta dugaan penyimpangan dalam pelaksanaan program tersebut.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, anggaran program Ketahanan Pangan di Desa Bantan Tua mencapai sekitar Rp193 juta. Anggaran tersebut antara lain digunakan untuk pengadaan delapan ekor sapi yang disebut memiliki harga sekitar Rp13 juta per ekor, serta program penanaman ubi kayu di lahan BBU kawasan Tamansari dengan luas sekitar 80 meter x 100 meter.
Namun, menurut informasi yang diterima media ini dari sumber yang enggan disebutkan identitasnya, harga pembelian delapan ekor sapi tersebut diduga tidak seragam. Disebutkan hanya dua ekor sapi yang bernilai Rp13 juta per ekor, sementara sapi lainnya diduga dibeli dengan harga di bawah nilai tersebut. Selain itu, program penanaman ubi kayu di lahan gambut juga disebut menghabiskan anggaran yang cukup besar, namun diduga tidak memberikan hasil yang optimal.
Media ini telah berupaya meminta konfirmasi kepada Penjabat Kepala Desa Bantan Tua, Ners Harmidayanti, S.Kep, pada Selasa (8/7/2026) melalui pesan WhatsApp. Hingga berita ini diterbitkan, yang bersangkutan belum memberikan tanggapan. Dalam komunikasi yang diterima media, Pj Kepala Desa justru menyampaikan pesan kepada pihak lain yang berbunyi, "Gimbal menyerang ibuk ne."
Sementara itu, Camat Bantan, Aula Fikri, saat dikonfirmasi pada Rabu (9/7/2026) melalui pesan WhatsApp menjelaskan bahwa dirinya telah meminta penjelasan dari Pj Kepala Desa Bantan Tua.
"Sudah saya konfirmasi Pj Kadesnya. Terkait gagal tanam awal itu karena faktor alam. Sapi yang mati juga karena sakit. Semua berita acara hasil rapat desa, kelengkapan dokumentasi, serta administrasinya ada di BUMDes terkait hal tersebut," jelas Aula Fikri.
Menanggapi hal itu, Sekretaris DPD LSM INPEST Kabupaten Bengkalis, Hambali, menegaskan pihaknya akan terus memantau penggunaan Dana Desa, khususnya pada program Ketahanan Pangan.
"Kami akan terus melakukan pemantauan dan investigasi terhadap penggunaan Dana Desa untuk program ketahanan pangan. Apabila dari hasil investigasi ditemukan adanya dugaan tindak pidana korupsi atau penyimpangan anggaran, maka akan kami laporkan kepada aparat penegak hukum sesuai ketentuan yang berlaku," tegas Hambali.
Hingga berita ini diterbitkan, belum terdapat kesimpulan maupun putusan dari aparat penegak hukum mengenai adanya tindak pidana dalam pelaksanaan program tersebut. Media ini tetap membuka ruang hak jawab dan hak klarifikasi bagi seluruh pihak terkait sesuai ketentuan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.***
Dugaan Penganiayaan Wanita di Kisaran Barat Dilaporkan ke Polres Asahan, Korban Alami Trauma
Jangan Tunggu Kejadian Berulang! Presiden Prabowo Didesak Audit Infrastruktur dan Tata Kelola PLN
Menyambut Era Baru Polri, Ketum IMO Indonesia, Yakub F. Ismail Dorong Kepemimpinan Humanis dan Adaptif
Apresiasi Ditreskrimum Polda Riau, S. Hondro Minta Dugaan Mafia Tanah di Rawang Air Putih - Siak Diusut Tuntas
Digerebek Tim Gabungan Bareskrim Polri Dan Polda Riau, 60 Pengunjung MP CLUB Pekanbaru Positif Narkoba
Polsek Kulim Tingkatkan Laporan ASE Waruwu ke Penyidikan, S. Hondro Apresiasi dan Desak Pelaku Segera Ditindak
Riau Kembali Tercekik Asap: Bencana Alam Atau Kegagalan Negara?
Tambahan Rp 20 Triliun untuk BPJS Kesehatan, Prabowo Tegaskan Pelayanan Harus Setara dan Tanpa Diskriminasi
Rokok Tanpa Pita Cukai Makin Marak di Pekanbaru, Bea Cukai Didesak Serius Lakukan Penindakan
Persiapan Pelantikan DPD SP Perisai Pancasila Kota Pekanbaru Telah Selesai Dilaksanakan
Ketua Umum FPKB Sindir Keras Demo Sepi Pendukung: “Lebih Baik Bikin Kegiatan Bermanfaat dari pada Hanya cari sensasi
Ida Yulita Diduga Rugikan Negara Rp704,9 Juta, GEMMPAR Siap Gelar Aksi di Depan Kajari
UMKM FPKB adakan lomba kuliner khas Melayu dengan hadiah puluhan juta
Gunakan 1 Unit Mobil Mixer Pengecoran Perdana Jalan Simpang Kartini - Malakopa Capai 30 Meter
Lapas Batam Bersama Sejumlah UPT Pemasyarakatan di Kepulauan Riau Laksanakan Pemusnahan Arsip Fisik
Dugaan Permintaan Uang Berkedok LSM di SDN 010 Pangkalan Serik Disorot, DPP Hulubalang Riau Desak APH Bertindak
Ketum IMO Indonesia, Yakub F. Ismail: Kementerian PU Bangun Infrastruktur, Tegakkan Integritas



