PEKANBARU -- Ratusan massa yang tergabung dalam Gerakan Laskar Melayu, Masyarakat dan Mahasiswa Peduli Pendidikan Riau (LMB) menggelar aksi unjuk rasa di Kantor Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Riau, Kamis (9/7/2026).
Sebelum menuju lokasi aksi, massa yang mengenakan atribut lengkap organisasi dan membawa sejumlah spanduk berisi tuntutan berkumpul di kawasan belakang Kantor Gubernur Riau. Dari titik kumpul tersebut, massa kemudian melakukan long march atau berjalan kaki menuju Kantor Dinas Pendidikan Provinsi Riau di Jalan Cut Nyak Dien, Pekanbaru, sambil menyampaikan yel-yel dan orasi terkait pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun 2026.
Setibanya di Kantor Disdik Riau, massa menyampaikan aspirasi di depan pintu gerbang kantor. Namun, karena tidak satu pun pejabat yang ingin ditemui hadir, massa kemudian meminta agar diizinkan masuk ke lingkungan kantor untuk memastikan secara langsung keberadaan Kepala Dinas Pendidikan, Sekretaris Dinas maupun para Kepala Bidang.
Perwakilan Dinas Pendidikan Provinsi Riau, Penelaah Teknis Kebijakan pada Subbag Umum dan Kepegawaian, Ahmad Syifa Ul Huda, S.Pd, menyampaikan kepada massa bahwa para pejabat Dinas Pendidikan sedang mengikuti kegiatan di luar kantor sehingga tidak dapat menemui peserta aksi.
Karena tidak satu pun pejabat Disdik Riau dapat ditemui, massa meminta izin untuk memeriksa langsung ruangan Kepala Dinas, Sekretaris, dan Kabid SMA. Permintaan tersebut ditolak oleh pihak Disdik maupun aparat keamanan yang berjaga.
Penolakan itu sempat memicu adu mulut antara koordinator aksi Indra Gunawan dengan aparat kepolisian dari Polsek Sukajadi saat massa hendak membuka pintu menuju lantai dua tempat ruangan Kepala Dinas dan Sekretaris Disdik berada.
Merasa belum memperoleh kepastian, Indra Gunawan bersama massa kemudian bergerak menuju Kantor Gubernur Riau untuk melanjutkan penyampaian aspirasi.
Tidak lama kemudian, Kasubbag Umum dan Kepegawaian Disdik Riau Muhammad Rizky Saputra datang menemui peserta aksi. Dalam dialog tersebut, koordinator aksi meminta agar difasilitasi untuk bertemu langsung dengan Sekretaris Disdik Riau, Teza Darsa, guna menyampaikan tuntutan secara resmi.
Dalam orasinya, Koordinator Aksi Indra Gunawan menegaskan masyarakat menginginkan proses penerimaan murid baru berjalan secara profesional, transparan, akuntabel, dan bebas dari intervensi pihak mana pun.
“Kami ingin dunia pendidikan tidak dimainkan dan tidak bisa ditawar-tawar. Jangan ada yang mengatur di luar aturan. Biarkan proses berjalan secara profesional sebagaimana mestinya,” tegasnya.
Ia juga meminta pemerintah memperhatikan ketersediaan sekolah agar seluruh anak mendapatkan hak yang sama untuk memperoleh pendidikan. Menurutnya, pemerintah perlu membangun sekolah-sekolah baru maupun menambah daya tampung sekolah negeri agar tidak ada lagi anak yang kesulitan memperoleh akses pendidikan.
“Kami berharap ke depan tidak ada lagi persoalan seperti ini. Anak-anak yang ingin melanjutkan pendidikan ke SMA harus mendapatkan kepastian dan kesempatan yang adil sesuai prosedur yang berlaku,” ujarnya
Sementara itu, Lina Ocha dalam orasinya menegaskan LMB Provinsi Riau akan terus mengawal persoalan tersebut hingga pemerintah membuka ruang yang transparan kepada publik. Menurutnya, hak-hak calon peserta didik harus dipenuhi dan seluruh proses SPMB wajib dilaksanakan sesuai ketentuan yang berlaku.
Dalam aksi tersebut, massa juga membentangkan spanduk berukuran besar yang memuat delapan tuntutan kepada Pemerintah Provinsi Riau dan Dinas Pendidikan Provinsi Riau. Di antaranya mendesak dilakukannya audit total terhadap seluruh jalur SPMB SMA/SMK Tahun 2026, meminta Inspektorat dan APIP melakukan pemeriksaan secara independen terhadap dugaan penyimpangan, mendorong pembangunan sekolah baru untuk menambah daya tampung, mengembalikan SMA Handayani menjadi sekolah negeri, hingga meminta proses hukum terhadap pihak-pihak yang terbukti melakukan manipulasi data atau penyalahgunaan wewenang.
Selain itu, massa juga menyatakan akan melanjutkan pelaporan ke KPK RI, Kejaksaan Agung RI, dan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, serta berencana menggelar aksi lanjutan di Jakarta pada 13 Juli 2026 apabila tuntutan mereka tidak mendapat tindak lanjut dari Pemerintah Provinsi Riau.***
Riau Kembali Tercekik Asap: Bencana Alam Atau Kegagalan Negara?
Tambahan Rp 20 Triliun untuk BPJS Kesehatan, Prabowo Tegaskan Pelayanan Harus Setara dan Tanpa Diskriminasi
Rokok Tanpa Pita Cukai Makin Marak di Pekanbaru, Bea Cukai Didesak Serius Lakukan Penindakan
Listyo Sigit Masuk Babak Baru Pengabdian, Dipercaya Jadi Kepala KSP dan Dianugerahi Bintang Mahaputra Adipurna
Ini 16 Aspirasi Warga Rumbai Belum Masuk APBD Perubahan, Zulkardi Minta Pemerintah Beri Kepastian
S. Hondro Kecam Dugaan Aksi Premanisme di Kulim, Desak Polsek Kulim Segera Tindak Para Terlapor
GRIB JAYA Tegaskan Komitmen Hadir untuk Masyarakat, Gerak Jalan Santai Jadi Momentum Perkuat Kepedulian Sosial
Desakan KPK Periksa BPN Pekanbaru Menguat, S. Hondro Soroti Dugaan Ketidaksesuaian SHM 01147 di Jalur Tol Pekanbaru–Rengat
BBHR PDI Perjuangan Pekanbaru Laporkan Firman ke Polda Metro Jaya
Persiapan Pelantikan DPD SP Perisai Pancasila Kota Pekanbaru Telah Selesai Dilaksanakan
Ketua Umum FPKB Sindir Keras Demo Sepi Pendukung: “Lebih Baik Bikin Kegiatan Bermanfaat dari pada Hanya cari sensasi
Ida Yulita Diduga Rugikan Negara Rp704,9 Juta, GEMMPAR Siap Gelar Aksi di Depan Kajari
UMKM FPKB adakan lomba kuliner khas Melayu dengan hadiah puluhan juta
KOTI MAHATIDANA MPC PEMUDA PANCASILA KOTA PEKANBARU MELALUI PLETON V SALURKAN BANTUAN UNTUK KORBAN BENCANA KEBAKARAN DI RUMBAI, PEKANBARU
Bintorwasdal ke Lapas Batam, Kakanwil Ditjenpas Kepri Tekankan Integritas dan Hindari Pelanggaran Hukum
NAPI NUSAKAMBANGAN BELAJAR MENJAHIT, DISIAPKAN MASUK PASAR SERAGAM HINGGA EKSPOR
SKCK Sempat Diterbitkan, Kemudian Ditarik: Warga Pagar Mayang Desak Calon Kades Y Didiskualifikasi Jika Terbukti Bermasalah Hukum



