PEKANBARU – Nama Inspektur Jenderal Polisi (Irjen Pol) Herry Heryawan kembali menjadi perhatian publik di tengah sorotan terhadap persoalan keamanan dan aksi premanisme di Jakarta, Senin (31/08/26).
Di tengah keresahan masyarakat terhadap berbagai persoalan keamanan tersebut, sejumlah netizen bahkan mengusulkan agar sosok yang akrab disapa Herimen itu kembali bertugas di Ibu Kota. Usulan tersebut muncul karena Herry dinilai memiliki pengalaman panjang dalam menangani kasus kriminalitas, khususnya ketika masih bertugas di jajaran Polda Metro Jaya.
Herry Heryawan merupakan lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) 1996 yang dikenal memiliki pengalaman luas di bidang reserse. Berdasarkan profil resmi PPID Polda Riau, perjalanan kariernya di lingkungan Polda Metro Jaya dimulai pada 2011 ketika dipercaya menjabat Kasubdit Tahbang/Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya. Pada 2013, ia kemudian dipercaya menduduki posisi Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya.
Dalam periode tersebut, Herry terlibat dalam sejumlah penanganan perkara kriminal yang menjadi perhatian publik. Salah satunya adalah operasi terhadap kelompok John Kei. Pada 2012, Tim Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya di bawah pimpinan Herry menangkap John Kei di Jakarta terkait perkara pembunuhan Tan Harry Tantono alias Ayung.
Nama Herry juga tercatat dalam operasi terhadap kelompok Hercules Rosario Marshal. Pada 2013, Herry yang saat itu memimpin jajaran Resmob Polda Metro Jaya terlibat dalam penangkapan Hercules bersama sejumlah anak buahnya dalam perkara yang dikaitkan dengan dugaan pemerasan dan intimidasi.
Pengalaman tersebut kemudian menjadi salah satu bagian dari rekam jejak Herry sebagai perwira yang lama berkecimpung dalam penanganan tindak kriminal dan kelompok-kelompok yang dianggap meresahkan masyarakat.
Kariernya pun terus berkembang. Pada 2016, Herry dipercaya menjadi Wakil Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya dan kemudian menjabat sebagai Kapolresta Depok. Setelah itu, ia menjalani penugasan di lingkungan Densus 88 Antiteror Polri sebelum kembali dipercaya sebagai Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Jaya pada 2019. Pada 2020, ia menjabat Direktur Penyidikan Densus 88 Antiteror Polri.
Rekam jejak tersebut menunjukkan bahwa pengalaman Herry tidak hanya berada pada penanganan kriminal konvensional, tetapi juga mencakup pemberantasan narkotika dan penanganan tindak pidana terorisme.
Sejak 12 Maret 2025, Herry Heryawan dipercaya mengemban amanah sebagai Kapolda Riau. Hingga 2026, ia masih menjalankan tugas sebagai Kapolda Riau dan memimpin jajaran Polda Riau dalam berbagai agenda penegakan hukum serta pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat.
Munculnya kembali nama Herry Heryawan dalam perbincangan publik mengenai persoalan premanisme di Jakarta tidak terlepas dari rekam jejaknya ketika bertugas di Polda Metro Jaya.
Bagi sebagian netizen, pengalaman Herry dalam menghadapi kelompok kriminal dan perkara yang mendapat perhatian luas dianggap relevan dengan kebutuhan penanganan persoalan keamanan di Ibu Kota.
Namun, dorongan agar Herry kembali ke Jakarta sejauh ini merupakan aspirasi atau pendapat yang berkembang di ruang publik, bukan informasi mengenai adanya keputusan resmi terkait mutasi atau penugasan Herry dari Polda Riau ke Polda Metro Jaya.
Terlepas dari wacana tersebut, pengalaman panjang Herry di bidang reserse menjadi salah satu alasan mengapa namanya masih diingat ketika publik membicarakan sosok perwira yang pernah berada di garis depan dalam penanganan kasus kriminalitas dan kelompok yang meresahkan masyarakat.***
OPINI: Demokrasi Bukan Panggung Pujian, Pemerintah Harus Siap Dikritik dan Dievaluasi
SPK Sementara PT PKU Usai Dicabut Dirut APN, ke Mana Hasil Penjualan TBS Selama 2 Bulan?
Kasus Dana Earmark Riau Rp 404 Miliar: Sejauh Mana Penanganan Jampidsus Kejagung RI ?
Di Tengah Maraknya Hoaks, IMO-Indonesia Jadikan Pemberitaan Benar dan Berimbang sebagai Komitmen Pers
Aksi Demonstrasi Mahasiswa di Kantor Gubernur Riau Memanas, Ini 8 Tuntunannya
Ketum PM2N Desak Kapolda Riau Irjen Arman Pastikan Penanganan Kasus SPPD Fiktif Rp 195,9 Miliar
Polda Riau Bergerak Serentak di Era Irjen Arman, 29 Kasus Narkotika Terungkap dalam 15 Hari
AKP Yohn Mabel Resmi Jabat Kasat Reskrim Polres Inhu, Siap Perkuat Penegakan Hukum
Albert Simanjuntak, SH Bantah Tuduhan terhadap Kliennya Soal Polemik Lahan Meranti Pandak Minta Berpegang pada Fakta Hukum
Persiapan Pelantikan DPD SP Perisai Pancasila Kota Pekanbaru Telah Selesai Dilaksanakan
Ketua Umum FPKB Sindir Keras Demo Sepi Pendukung: “Lebih Baik Bikin Kegiatan Bermanfaat dari pada Hanya cari sensasi
Ida Yulita Diduga Rugikan Negara Rp704,9 Juta, GEMMPAR Siap Gelar Aksi di Depan Kajari
UMKM FPKB adakan lomba kuliner khas Melayu dengan hadiah puluhan juta
Kursi DPRD Bukan Tameng! Dugaan Wanprestasi Rp 200 Juta Oknum Hanura Kini Disorot BK
Kapolda Riau Irjen Pol Arman Achdiat Tegaskan Larangan Vape di Lingkungan Kepolisian, Personel hingga Pengunjung Wajib Patuh
Polemik Lahan Meranti Pandak Masih Bergulir, Adu Klaim Harus Dijawab dengan Bukti Hukum
OPINI: Demokrasi Bukan Panggung Pujian, Pemerintah Harus Siap Dikritik dan Dievaluasi



