Sabtu, 5 September 2026

Breaking News

  • ????? ???????? ????? ???????? ?????? ????? ????????? ?????? ??? ?????? ?? ????????? ?????? ?????   ●   
  • Kabut Asap Belum Hilang, Gerak Jalan Santai Bersama Keluarga GRIB dan Masyarakat Pekanbaru Diundur   ●   
  • Kebal Hukum?, Warga Minta Polda Riau Turun Tangan Bongkar Dugaan Judi Gelper di Flamboyan hingga Danau Lancang Tapung Hilir   ●   
  • Badai Pasti Berlalu, Kejaksaan Harus Berbenah: Refleksi 81 Tahun Menjaga Kepercayaan Publik   ●   
  • Polda Riau Naikkan Kasus Nenek Jasmiati ke Penyidikan, TAPAK Riau Minta Penetapan Tersangka Sesuai Alat Bukti   ●   
Rekam Jejak Irjen Pol Herry Heryawan Kembali Disorot, Publik Dorong Kembali Ke Jakarta Tangani Premanisme
Senin 31 Agustus 2026, 12:58 WIB

PEKANBARU – Nama Inspektur Jenderal Polisi (Irjen Pol) Herry Heryawan kembali menjadi perhatian publik di tengah sorotan terhadap persoalan keamanan dan aksi premanisme di Jakarta, Senin (31/08/26).

Di tengah keresahan masyarakat terhadap berbagai persoalan keamanan tersebut, sejumlah netizen bahkan mengusulkan agar sosok yang akrab disapa Herimen itu kembali bertugas di Ibu Kota. Usulan tersebut muncul karena Herry dinilai memiliki pengalaman panjang dalam menangani kasus kriminalitas, khususnya ketika masih bertugas di jajaran Polda Metro Jaya.

Herry Heryawan merupakan lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) 1996 yang dikenal memiliki pengalaman luas di bidang reserse. Berdasarkan profil resmi PPID Polda Riau, perjalanan kariernya di lingkungan Polda Metro Jaya dimulai pada 2011 ketika dipercaya menjabat Kasubdit Tahbang/Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya. Pada 2013, ia kemudian dipercaya menduduki posisi Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya.

Dalam periode tersebut, Herry terlibat dalam sejumlah penanganan perkara kriminal yang menjadi perhatian publik. Salah satunya adalah operasi terhadap kelompok John Kei. Pada 2012, Tim Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya di bawah pimpinan Herry menangkap John Kei di Jakarta terkait perkara pembunuhan Tan Harry Tantono alias Ayung.

Nama Herry juga tercatat dalam operasi terhadap kelompok Hercules Rosario Marshal. Pada 2013, Herry yang saat itu memimpin jajaran Resmob Polda Metro Jaya terlibat dalam penangkapan Hercules bersama sejumlah anak buahnya dalam perkara yang dikaitkan dengan dugaan pemerasan dan intimidasi.

Pengalaman tersebut kemudian menjadi salah satu bagian dari rekam jejak Herry sebagai perwira yang lama berkecimpung dalam penanganan tindak kriminal dan kelompok-kelompok yang dianggap meresahkan masyarakat.

Kariernya pun terus berkembang. Pada 2016, Herry dipercaya menjadi Wakil Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya dan kemudian menjabat sebagai Kapolresta Depok. Setelah itu, ia menjalani penugasan di lingkungan Densus 88 Antiteror Polri sebelum kembali dipercaya sebagai Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Jaya pada 2019. Pada 2020, ia menjabat Direktur Penyidikan Densus 88 Antiteror Polri.

Rekam jejak tersebut menunjukkan bahwa pengalaman Herry tidak hanya berada pada penanganan kriminal konvensional, tetapi juga mencakup pemberantasan narkotika dan penanganan tindak pidana terorisme.

Sejak 12 Maret 2025, Herry Heryawan dipercaya mengemban amanah sebagai Kapolda Riau. Hingga 2026, ia masih menjalankan tugas sebagai Kapolda Riau dan memimpin jajaran Polda Riau dalam berbagai agenda penegakan hukum serta pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat.

Munculnya kembali nama Herry Heryawan dalam perbincangan publik mengenai persoalan premanisme di Jakarta tidak terlepas dari rekam jejaknya ketika bertugas di Polda Metro Jaya.

Bagi sebagian netizen, pengalaman Herry dalam menghadapi kelompok kriminal dan perkara yang mendapat perhatian luas dianggap relevan dengan kebutuhan penanganan persoalan keamanan di Ibu Kota.

Namun, dorongan agar Herry kembali ke Jakarta sejauh ini merupakan aspirasi atau pendapat yang berkembang di ruang publik, bukan informasi mengenai adanya keputusan resmi terkait mutasi atau penugasan Herry dari Polda Riau ke Polda Metro Jaya.

Terlepas dari wacana tersebut, pengalaman panjang Herry di bidang reserse menjadi salah satu alasan mengapa namanya masih diingat ketika publik membicarakan sosok perwira yang pernah berada di garis depan dalam penanganan kasus kriminalitas dan kelompok yang meresahkan masyarakat.***

 




Untuk saran dan pemberian informasi kepada redaksi suarahebat.com, silakan kontak ke email: [email protected]


Komentar Anda


Copyright © 2026 Suarahebat.com - All Rights Reserved
Scroll to top