TAPUNG HILIR — Konflik antara pihak KSO dan masyarakat Desa Kotagaro, Kecamatan Tapung Hilir, Kabupaten Kampar, kembali memanas di lokasi yang menjadi titik perselisihan. Aparat kepolisian bersama personel TNI turun langsung ke lokasi untuk mencegah terjadinya bentrokan antara kedua belah pihak, Kamis (03/09/26).
Tim media yang berada di lokasi memantau langsung jalannya peristiwa. Berdasarkan pantauan serta keterangan yang diperoleh di lapangan, ketegangan bermula ketika pihak KSO disebut menarik spanduk penolakan yang sebelumnya dipasang oleh masyarakat.
Situasi kemudian memanas setelah pihak KSO terlihat melakukan aksi menendang gerbang di lokasi. Anggota kepolisian yang berada di tempat kejadian langsung memberikan imbauan kepada kedua belah pihak agar menahan diri dan tidak melakukan tindakan yang dapat memicu bentrokan.
Setelah imbauan disampaikan, situasi sempat mereda. Kedua belah pihak terlihat mengindahkan arahan aparat sehingga kondisi di lokasi untuk sementara kembali kondusif.
Namun, beberapa jam kemudian, ketegangan kembali terjadi. Pihak KSO terlihat berupaya masuk ke lokasi dengan membawa pekerja panen serta sejumlah mobil truk.
Buah hasil panen yang telah dimuat ke dalam salah satu truk kemudian hendak dibawa keluar dari lokasi. Namun, kendaraan tersebut mendapat hadangan dari masyarakat. Dalam situasi tersebut, seorang perempuan bahkan terlihat naik ke atas bak truk.
Ketegangan kembali meningkat setelah kunci mobil truk milik pihak KSO disebut diambil secara paksa oleh salah seorang masyarakat.
Orang tersebut kemudian dikerumuni oleh sejumlah pihak KSO. Pada saat bersamaan, masyarakat juga terlihat merapat ke lokasi sehingga kerumunan semakin besar.
Upaya untuk meredakan situasi kemudian berkembang menjadi aksi saling dorong dan saling pukul. Dalam kejadian tersebut, salah seorang ninik mamak Melayu bernama Nurman disebut mengalami luka sobek pada bagian kening.
Melihat kondisi yang semakin memanas, anggota kepolisian segera bergerak mendekati kerumunan. Seorang anggota polisi terlihat tiba lebih dahulu, kemudian disusul seorang personel TNI dan anggota lainnya.
Di tengah situasi tersebut, aparat kepolisian berupaya mengamankan salah seorang warga yang berada di tengah kerumunan. Langkah tersebut dilakukan untuk mencegah potensi bentrokan kembali terjadi.
Berdasarkan pantauan di lokasi, sosok yang hendak diamankan tersebut disebut merupakan orang yang sebelumnya terlihat melakukan aksi menendang gerbang dan mencabut spanduk penolakan masyarakat.
Saat proses pengamanan berlangsung, sempat terjadi aksi saling dorong dan pukulan. Anggota kepolisian kemudian membawa orang tersebut menjauh dari kerumunan untuk mencegah situasi semakin tidak terkendali.
Kehadiran aparat kepolisian di lokasi difokuskan untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Harkamtibmas), mencegah terjadinya bentrokan serta memastikan tidak ada korban dari kedua belah pihak.
Dari pantauan media, aparat terlihat berupaya mengendalikan massa ketika situasi mulai memanas. Tindakan pengamanan terhadap salah seorang warga dilakukan ketika potensi bentrokan masih cukup tinggi.
Setelah situasi berhasil dikendalikan, aparat terus mengimbau kedua belah pihak agar menahan diri dan tidak melakukan tindakan yang dapat kembali memicu kericuhan.
Kepolisian juga mengingatkan seluruh pihak untuk mengedepankan komunikasi serta menempuh penyelesaian secara damai dan sesuai ketentuan hukum, sehingga situasi di lokasi tetap aman dan kondusif.
Konflik antara pihak KSO dan masyarakat Desa Kotagaro diharapkan dapat segera diselesaikan melalui jalur komunikasi dan mekanisme hukum yang berlaku, sehingga tidak berkembang menjadi konflik terbuka yang berpotensi merugikan kedua belah pihak maupun mengganggu keamanan masyarakat sekitar.***
Konflik KSO dengan Masyarakat Desa Kotagaro Memanas, Polisi dan TNI Turun Tangan Amankan Situasi
Gugatan FZ terhadap Ketum PKMNR Kembali Bergulir, Mirwansyah: Jangan Jadikan Pengadilan sebagai Arena Mengulang Tuduhan
Sisa Kuota Adalah Hak Pelanggan, Operator Dilarang Menghanguskannya
Peduli Kesehatan Masyarakat, DPD PROJO Riau Bagikan 7.000 Masker Gratis di Depan Kantor Gubernur
Hampir Sepekan Belum Didisposisi, S. Hondro Soroti Lambannya Administrasi DPRD Pekanbaru
Kebal Hukum? Kapolda Riau Diminta Tangkap Pemilik Perjudian Gelper e-zone 88 Bengkalis
Muncul Pengakuan Pasien Lain, MDP Didesak Periksa Dokter dan Evaluasi Menyeluruh RS Awal Bros Sudirman
Usai Ginjal Kiri Diangkat, Hasil Pa Tak Temukan Keganasan: Kasus Rizqi di RS Awal Bros Sudirman Dipertanyakan
Pangdam XIX/Tuanku Tambusai Hadiri Ramah Tamah Veteran, Sagu Hati Jadi Simbol Penghormatan Pejuang
Persiapan Pelantikan DPD SP Perisai Pancasila Kota Pekanbaru Telah Selesai Dilaksanakan
Ketua Umum FPKB Sindir Keras Demo Sepi Pendukung: “Lebih Baik Bikin Kegiatan Bermanfaat dari pada Hanya cari sensasi
Ida Yulita Diduga Rugikan Negara Rp704,9 Juta, GEMMPAR Siap Gelar Aksi di Depan Kajari
UMKM FPKB adakan lomba kuliner khas Melayu dengan hadiah puluhan juta
Kabut Asap Belum Hilang, Gerak Jalan Santai Bersama Keluarga GRIB dan Masyarakat Pekanbaru Diundur
Kebal Hukum?, Warga Minta Polda Riau Turun Tangan Bongkar Dugaan Judi Gelper di Flamboyan hingga Danau Lancang Tapung Hilir
Badai Pasti Berlalu, Kejaksaan Harus Berbenah: Refleksi 81 Tahun Menjaga Kepercayaan Publik
Polda Riau Naikkan Kasus Nenek Jasmiati ke Penyidikan, TAPAK Riau Minta Penetapan Tersangka Sesuai Alat Bukti


