KAMPAR — Dugaan praktik perjudian berkedok gelanggang permainan (gelper) kembali menjadi sorotan masyarakat di wilayah Kabupaten Kampar. Sejumlah warga mempertanyakan keberadaan aktivitas gelper yang diduga masih beroperasi di kawasan Flamboyan hingga Desa Danau Lancang, Kecamatan Tapung Hilir, Jumat (04/09/26).
Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan di tengah masyarakat, mengapa aktivitas yang diduga mengarah pada praktik perjudian seolah tidak tersentuh penindakan?
Masyarakat kini mempertanyakan langkah aparat terkait dugaan aktivitas perjudian.
“Kami minta polisi segera turun ke lokasi. Kalau memang terbukti ada perjudian, tutup tempatnya dan proses pihak yang bertanggung jawab sesuai hukum. Jangan sampai masyarakat mendapat kesan bahwa tempat seperti ini dibiarkan,” ujar salah seorang warga yang meminta identitasnya dirahasiakan.
Warga juga mendesak Kapolda Riau turun tangan melakukan penegakan hukum dengan tegas dan terukur, mengambil langkah konkret dengan melakukan penyelidikan secara menyeluruh terhadap dugaan aktivitas gelper di wilayah Flamboyan hingga Danau Lancang.
Warga juga meminta agar aparat memeriksa seluruh aspek yang berkaitan dengan kegiatan tersebut, mulai dari legalitas usaha, izin operasional, mekanisme permainan, sistem penukaran hadiah, aliran transaksi, hingga pihak-pihak yang diduga memperoleh keuntungan dari aktivitas tersebut.
Jika dalam penyelidikan ditemukan unsur tindak pidana perjudian, masyarakat mendesak agar proses hukum dilakukan secara transparan dan tanpa pandang bulu.
Karena itu, aparat diminta tidak menunggu laporan masyarakat secara berulang. Penelusuran lapangan, pengumpulan informasi, pemeriksaan saksi, serta pendalaman terhadap pola transaksi dinilai perlu dilakukan untuk mengungkap fakta sebenarnya.
Masyarakat berharap Kapolda Riau memberikan perhatian serius terhadap informasi tersebut. Penindakan terhadap perjudian, menurut warga, harus dilakukan secara konsisten tanpa membedakan lokasi maupun siapa pihak yang berada di belakang suatu usaha itu.
Jangan sampai muncul persepsi bahwa ada tempat-tempat tertentu yang kebal hukum atau “tak tersentuh”.***
Konflik KSO dengan Masyarakat Desa Kotagaro Memanas, Polisi dan TNI Turun Tangan Amankan Situasi
Gugatan FZ terhadap Ketum PKMNR Kembali Bergulir, Mirwansyah: Jangan Jadikan Pengadilan sebagai Arena Mengulang Tuduhan
Sisa Kuota Adalah Hak Pelanggan, Operator Dilarang Menghanguskannya
Peduli Kesehatan Masyarakat, DPD PROJO Riau Bagikan 7.000 Masker Gratis di Depan Kantor Gubernur
Hampir Sepekan Belum Didisposisi, S. Hondro Soroti Lambannya Administrasi DPRD Pekanbaru
Kebal Hukum? Kapolda Riau Diminta Tangkap Pemilik Perjudian Gelper e-zone 88 Bengkalis
Muncul Pengakuan Pasien Lain, MDP Didesak Periksa Dokter dan Evaluasi Menyeluruh RS Awal Bros Sudirman
Usai Ginjal Kiri Diangkat, Hasil Pa Tak Temukan Keganasan: Kasus Rizqi di RS Awal Bros Sudirman Dipertanyakan
Pangdam XIX/Tuanku Tambusai Hadiri Ramah Tamah Veteran, Sagu Hati Jadi Simbol Penghormatan Pejuang
Persiapan Pelantikan DPD SP Perisai Pancasila Kota Pekanbaru Telah Selesai Dilaksanakan
Ketua Umum FPKB Sindir Keras Demo Sepi Pendukung: “Lebih Baik Bikin Kegiatan Bermanfaat dari pada Hanya cari sensasi
Ida Yulita Diduga Rugikan Negara Rp704,9 Juta, GEMMPAR Siap Gelar Aksi di Depan Kajari
UMKM FPKB adakan lomba kuliner khas Melayu dengan hadiah puluhan juta
Kabut Asap Belum Hilang, Gerak Jalan Santai Bersama Keluarga GRIB dan Masyarakat Pekanbaru Diundur
Kebal Hukum?, Warga Minta Polda Riau Turun Tangan Bongkar Dugaan Judi Gelper di Flamboyan hingga Danau Lancang Tapung Hilir
Badai Pasti Berlalu, Kejaksaan Harus Berbenah: Refleksi 81 Tahun Menjaga Kepercayaan Publik
Polda Riau Naikkan Kasus Nenek Jasmiati ke Penyidikan, TAPAK Riau Minta Penetapan Tersangka Sesuai Alat Bukti


