Suarahebat.com - Batam - Camat Sagulung Muhammad Arfie Eranov S.STP, turun langsung ke lapangan meninjau kondisi masyarakat di Kelurahan Sungai Lekop, Kecamatan Sagulung, Jumat (4/9/2026). Peninjauan tersebut dilakukan setelah Camat menerima informasi dari perangkat RT dan RW terkait kondisi warga yang telah lama mengalami gangguan pasokan air bersih.
Dalam kunjungan tersebut, Camat Sagulung melihat langsung kondisi masyarakat di beberapa wilayah yang terdampak. Di RW 008 RT 005 dan RT 003 kawasan Sagulung Bahagia, tercatat sebanyak 65 Kepala Keluarga (KK) mengalami kondisi mati air sejak Juli 2025.
Sementara itu, di RW 003 RT 004 terdapat 41 KK yang mengalami mati air sejak Januari 2026. Kondisi serupa juga dirasakan oleh 40 KK di RW 003 RT 006 yang mengalami gangguan pasokan air sejak Januari 2026.
Dalam peninjauan tersebut, Camat Sagulung didampingi Kapolsek Sagulung, Kasi Trantib Kecamatan Sagulung beserta Satpol PP BKO Kecamatan Sagulung, Sekretaris Kelurahan Sungai Lekop, serta perangkat RW dan RT bersama Bhabinkamtibmas.
Keluhan mengenai kondisi mati air tersebut telah dirasakan masyarakat dalam waktu yang cukup lama. Kondisi ini kemudian mendorong warga untuk merencanakan aksi penyampaian aspirasi kepada ABH, DPRD Kota Batam, dan Pemerintah Kota Batam sebagai bentuk penyampaian keluhan atas kebutuhan air bersih.
Camat Sagulung dalam kesempatan tersebut menyampaikan kepada masyarakat bahwa Pemerintah akan terus berupaya mencari solusi terhadap persoalan yang dihadapi warga. Setelah dilakukan komunikasi dan penyampaian penjelasan kepada masyarakat, warga akhirnya mengurungkan niat untuk melaksanakan aksi demonstrasi dan memilih menunggu langkah penanganan yang akan dilakukan.
Sebagai solusi jangka pendek, ABH akan melakukan droping air kepada masyarakat terdampak, dengan pelaksanaan dan pendistribusiannya akan dikoordinasikan melalui RT masing-masing. Langkah tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar warga selama persoalan pasokan air belum sepenuhnya terselesaikan.*(Gs)
OPINI: Demokrasi Bukan Panggung Pujian, Pemerintah Harus Siap Dikritik dan Dievaluasi
SPK Sementara PT PKU Usai Dicabut Dirut APN, ke Mana Hasil Penjualan TBS Selama 2 Bulan?
Kasus Dana Earmark Riau Rp 404 Miliar: Sejauh Mana Penanganan Jampidsus Kejagung RI ?
Di Tengah Maraknya Hoaks, IMO-Indonesia Jadikan Pemberitaan Benar dan Berimbang sebagai Komitmen Pers
Aksi Demonstrasi Mahasiswa di Kantor Gubernur Riau Memanas, Ini 8 Tuntunannya
Ketum PM2N Desak Kapolda Riau Irjen Arman Pastikan Penanganan Kasus SPPD Fiktif Rp 195,9 Miliar
Polda Riau Bergerak Serentak di Era Irjen Arman, 29 Kasus Narkotika Terungkap dalam 15 Hari
AKP Yohn Mabel Resmi Jabat Kasat Reskrim Polres Inhu, Siap Perkuat Penegakan Hukum
Albert Simanjuntak, SH Bantah Tuduhan terhadap Kliennya Soal Polemik Lahan Meranti Pandak Minta Berpegang pada Fakta Hukum
Persiapan Pelantikan DPD SP Perisai Pancasila Kota Pekanbaru Telah Selesai Dilaksanakan
Ketua Umum FPKB Sindir Keras Demo Sepi Pendukung: “Lebih Baik Bikin Kegiatan Bermanfaat dari pada Hanya cari sensasi
Ida Yulita Diduga Rugikan Negara Rp704,9 Juta, GEMMPAR Siap Gelar Aksi di Depan Kajari
UMKM FPKB adakan lomba kuliner khas Melayu dengan hadiah puluhan juta
Kursi DPRD Bukan Tameng! Dugaan Wanprestasi Rp 200 Juta Oknum Hanura Kini Disorot BK
Kapolda Riau Irjen Pol Arman Achdiat Tegaskan Larangan Vape di Lingkungan Kepolisian, Personel hingga Pengunjung Wajib Patuh
Polemik Lahan Meranti Pandak Masih Bergulir, Adu Klaim Harus Dijawab dengan Bukti Hukum
OPINI: Demokrasi Bukan Panggung Pujian, Pemerintah Harus Siap Dikritik dan Dievaluasi



