Jumat, 25 September 2026

Breaking News

  • Tragedi Anak Krakatau, Keselamatan Jurnalis dan Tanggung Jawab Negara Jadi Sorotan   ●   
  • Laporan Pengusaha Riau Masuk Tahap Penyidikan, MS Law Firm Apresiasi Langkah Polda Riau   ●   
  • Rutan Kelas llA Batam Menerima Kunjungan Kerja Inspektur Jenderal Kemenimipas RI   ●   
  • Temuan mencengangkan kembali menguak praktik ketidakberesan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Cibinong   ●   
  • Inspektur Jenderal Kemenimipas Laksanakan Koordinasi Pimpinan di Kepulauan Riau   ●   
Masuri Pacu Transformasi Dunia Usaha Riau, Kadin Institute Disiapkan Perkuat Link and Match Industri
Jumat 25 September 2026, 09:04 WIB

PEKANBARU — Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Provinsi Riau terus mendorong penguatan kolaborasi antara dunia usaha, pemerintah, perguruan tinggi, dan berbagai pemangku kepentingan dalam upaya mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah, Jumat (25/09/26).

Hal tersebut disampaikan Ketua Kadin Riau, Masuri, S.H., dalam momentum Rapat Pimpinan Provinsi (Rapimprov) Kadin Riau 2026. Forum tahunan tersebut menjadi ruang strategis untuk memperkuat sinergi dunia usaha dan Pemerintah Provinsi Riau dalam mengoptimalkan berbagai potensi ekonomi yang dimiliki daerah.

Masuri menegaskan bahwa pemerintah tidak dapat bekerja sendiri dalam membangun dan mengembangkan perekonomian. Menurutnya, diperlukan dukungan serta keterlibatan berbagai pihak, terutama dunia usaha, untuk menciptakan ekosistem ekonomi yang produktif dan berkelanjutan.

“Pemerintah tidak dapat bekerja sendiri dalam membangun perekonomian sehingga membutuhkan dukungan berbagai pihak, termasuk dunia usaha,” ujar Masuri.

Salah satu perhatian utama Kadin Riau di bawah kepemimpinan Masuri adalah penguatan kualitas sumber daya manusia (SDM). Menurutnya, potensi ekonomi daerah harus diimbangi dengan ketersediaan tenaga kerja yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan dunia usaha dan industri.

Untuk menjawab kebutuhan tersebut, Kadin Riau telah menyiapkan Kadin Institute, sebuah wadah yang diarahkan untuk mendukung pengembangan SDM sekaligus membangun link and match dengan sejumlah perguruan tinggi.

“Kadin Riau saat ini fokus mempersiapkan SDM yang tangguh dan mengoptimalkan pemanfaatan potensi yang ada di daerah,” kata Masuri.

Kehadiran Kadin Institute diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya mempertemukan kebutuhan industri dengan dunia pendidikan, sehingga lulusan maupun tenaga kerja di Riau memiliki kompetensi yang lebih relevan dengan kebutuhan lapangan kerja.

Masuri mencontohkan kebutuhan terhadap operator alat berat bersertifikasi yang terus meningkat seiring bertambahnya penggunaan alat berat di Provinsi Riau. Namun, kebutuhan tersebut belum sepenuhnya diimbangi dengan ketersediaan tenaga terampil yang memiliki sertifikasi resmi.

“Ke depannya, kita ingin link and match dengan beberapa universitas karena kebutuhan dunia usaha dan dunia industri cukup banyak,” ujarnya.

Selain pengembangan SDM, Masuri juga menyoroti pentingnya optimalisasi komoditas unggulan daerah. Salah satu komoditas yang dinilainya memiliki peluang untuk dikembangkan adalah porang.

Menurut Masuri, Riau perlu memperkuat posisinya sebagai salah satu daerah penghasil porang. Keberadaan industri pengolahan porang di Riau, menurutnya, dapat menjadi peluang untuk meningkatkan nilai tambah komoditas sekaligus memberikan dampak ekonomi bagi para petani.

Masuri mengungkapkan, selama ini pasokan porang untuk memenuhi kebutuhan industri di Riau masih berasal dari sejumlah daerah lain, seperti Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Kondisi tersebut menjadi perhatian Kadin Riau agar potensi produksi dari dalam daerah dapat terus dikembangkan sehingga rantai pasok industri dapat semakin melibatkan petani dan pelaku usaha lokal.

“Jadi kita bukan hanya menjadi penyangga, tapi kita harus bisa menguasai karena pabriknya ada di Riau,” tegas Masuri.

Pernyataan tersebut menunjukkan perhatian Kadin Riau terhadap pentingnya membangun ekosistem ekonomi dari hulu hingga hilir. Dengan industri pengolahan berada di Riau, penguatan produksi bahan baku dari daerah sendiri dinilai dapat membuka ruang yang lebih besar bagi peningkatan aktivitas ekonomi masyarakat.

Dalam Rapimprov Kadin Riau 2026, penguatan kolaborasi menjadi salah satu aspek penting dalam mendorong perekonomian daerah.

Kadin Riau memandang dunia usaha memiliki peran strategis dalam mendukung pembangunan, sementara pemerintah berperan menciptakan kebijakan dan ekosistem yang memungkinkan dunia usaha berkembang secara sehat.

Di sisi lain, Pemerintah Provinsi Riau juga mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk naik kelas melalui peningkatan kapasitas SDM serta kemudahan akses pembiayaan.

Sinergi tersebut menjadi semakin penting di tengah kebutuhan Riau untuk mengoptimalkan potensi daerah, meningkatkan kualitas tenaga kerja, memperkuat sektor UMKM, serta mengembangkan komoditas yang memiliki nilai ekonomi.

Melalui kepemimpinan Masuri, S.H., Kadin Riau menempatkan pengembangan SDM, penguatan konektivitas antara pendidikan dan industri, serta optimalisasi potensi komoditas daerah sebagai bagian dari agenda penguatan dunia usaha di Riau.

Kadin Institute, pengembangan tenaga kerja bersertifikasi, serta dorongan terhadap penguatan rantai pasok komoditas seperti porang menjadi langkah yang diarahkan untuk memperkuat keterhubungan antara potensi daerah dengan kebutuhan industri.

Upaya tersebut sekaligus memperlihatkan posisi Kadin Riau sebagai mitra strategis pemerintah dan dunia usaha dalam mendorong terciptanya sumber daya manusia yang kompeten serta ekosistem ekonomi daerah yang lebih terintegrasi.

Dengan semangat kolaborasi dan penguatan potensi lokal, Masuri, S.H. mendorong Kadin Riau tidak hanya menjadi wadah dunia usaha, tetapi juga menjadi bagian aktif dalam menyiapkan SDM, membuka peluang ekonomi, dan memperkuat daya saing Riau.*jhn

 




Untuk saran dan pemberian informasi kepada redaksi suarahebat.com, silakan kontak ke email: [email protected]


Komentar Anda


Berita Pilihan
Desakan KPK Periksa BPN Pekanbaru Menguat, S. Hondro Soroti Dugaan Ketidaksesuaian SHM 01147 di Jalur Tol Pekanbaru–Rengat

BBHR PDI Perjuangan Pekanbaru Laporkan Firman ke Polda Metro Jaya

Hak Firdinan Sihombing Dipertaruhkan di Jalur Tol Pekanbaru–Rengat, Presiden Prabowo Diminta Turun Tangan

Surat Tahun 1986 Diabaikan, S. Hondro : Pertanyakan Proses Verifikasi Ganti Rugi Tol Pekanbaru–Rengat

KUA-PPAS APBD Perubahan 2026 Pekanbaru Sudah Diserahkan ke DPRD, Pembahasan Dikejar Sebelum 30 September

Hakim PN Pekanbaru Turun ke Lokasi, Kuasa Hukum Firdinan: Dasar Kepemilikan Klien Kami Sudah Ada Sejak 1986

Kontrak Mitra Baru Dipersoalkan, PHR dan Vendor Berbeda Keterangan Soal Batas Usia 56 Tahun

SKT Firdinan Terbit 1985 VS SHM 2017, Kejanggalan Data Pertanahan Dipertanyakan — Presiden Prabowo dan Menteri ATR/BPN Nusron Wahid Diminta Turun Tangan

Syahrul Aidi Dorong Penguatan Profesi Jurnalis di Tengah Ledakan AI dan Media Sosial

Waspada! Nama Pejabat Kejati Riau Dicatut untuk Penipuan, Zikrullah Minta Warga Jangan Mudah Percaya

Copyright © 2026 Suarahebat.com - All Rights Reserved
Scroll to top