JAKARTA -- Presiden Prabowo Subianto resmi melantik Komisaris Jenderal Suyudi Ario Seto sebagai Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri). Suyudi menggantikan posisi yang sebelumnya diisi Jenderal Listyo Sigit Prabowo yang juga dilantik menjadi Kepala Staf Kepresidenan (KSP) di Istana Kepresidenan, Kamis (01/10/26).
"Demi Allah saya bersumpah bahwa saya akan setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya dan seadil-adilnya," ucap Suyudi saat dilantik di Istana Negara, Jakarta, Kamis, 1 Oktober 2026.
Sebelum menjabat Kapolri, Suyudi mengemban amanah Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN). Ia juga pernah menjabat Kapolda Banten.
"Bahwa saya dalam menjalankan tugas jabatan, akan menjunjung tinggi etika jabatan dengan penuh rasa tanggung jawab. Bahwa saya akan menjujung tinggi Tribrata dengan sebaik-baiknya," ungkap Suyudi.
Sebelum dilantik, Suyudi menjalani uji kelayakan dan kepatutan di Komisi III DPR. Anggota dewan menyepakati Suyudi sebagai Kapolri baru dan pengesahannya dilakukan di paripurna pada hari yang sama.
Dengan pelantikan ini, Suyudi resmi menyandang pangkat Jenderal.
Suyudi mengusung gagasan "Polisi Bersama Masyarakat" sebagai doktrin kepemimpinan dan arah transformasi Polri. Gagasan tersebut menempatkan masyarakat tujuan dalam pelaksanaan tugas kepolisian.
Melalui gagasan tersebut, Suyudi menempatkan suara dan kebutuhan masyarakat sebagai salah satu pijakan dalam arah transformasi kepolisian. Kritik yang disampaikan publik juga dipandang sebagai masukan untuk mengidentifikasi aspek yang perlu diperbaiki.
“Tema yang saya usung adalah polisi bersama masyarakat sebagai doktrin kepemimpinan dan arah transformasi yang menempatkan masyarakat sebagai pusat orientasi tugas kepolisian," kata Suyudi saat menjalani fit and proper test sebagai calon Kapolri di Komisi III DPR RI, Jakarta, Kamis, 1 Oktober 2026.
Selain melantik Suyudi, Presiden Prabowo mengangkat dan melantik Komisaris Jenderal Wahyu Hadiningrat sebagai Wakapolri.
S. Hondro Kecam Dugaan Aksi Premanisme di Kulim, Desak Polsek Kulim Segera Tindak Para Terlapor
GRIB JAYA Tegaskan Komitmen Hadir untuk Masyarakat, Gerak Jalan Santai Jadi Momentum Perkuat Kepedulian Sosial
Desakan KPK Periksa BPN Pekanbaru Menguat, S. Hondro Soroti Dugaan Ketidaksesuaian SHM 01147 di Jalur Tol Pekanbaru–Rengat
BBHR PDI Perjuangan Pekanbaru Laporkan Firman ke Polda Metro Jaya
Hak Firdinan Sihombing Dipertaruhkan di Jalur Tol Pekanbaru–Rengat, Presiden Prabowo Diminta Turun Tangan
Surat Tahun 1986 Diabaikan, S. Hondro : Pertanyakan Proses Verifikasi Ganti Rugi Tol Pekanbaru–Rengat
KUA-PPAS APBD Perubahan 2026 Pekanbaru Sudah Diserahkan ke DPRD, Pembahasan Dikejar Sebelum 30 September
Hakim PN Pekanbaru Turun ke Lokasi, Kuasa Hukum Firdinan: Dasar Kepemilikan Klien Kami Sudah Ada Sejak 1986
Kontrak Mitra Baru Dipersoalkan, PHR dan Vendor Berbeda Keterangan Soal Batas Usia 56 Tahun
Persiapan Pelantikan DPD SP Perisai Pancasila Kota Pekanbaru Telah Selesai Dilaksanakan
Ketua Umum FPKB Sindir Keras Demo Sepi Pendukung: “Lebih Baik Bikin Kegiatan Bermanfaat dari pada Hanya cari sensasi
Ida Yulita Diduga Rugikan Negara Rp704,9 Juta, GEMMPAR Siap Gelar Aksi di Depan Kajari
UMKM FPKB adakan lomba kuliner khas Melayu dengan hadiah puluhan juta
Presiden Prabowo Resmi Lantik Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri, Wahyu Hadiningrat Jadi Wakapolri
Koalisi LSM Dan Media Laporkan Dugaan Penyelewengan DANA BOS MTsN 1 Bengkalis ke Kejari
Mabes Polri Akan Dirampingkan, Polsek Diperkuat: Ini 6 Program Prioritas Suyudi Ario Seto
Gusti Pardamean Nasution Desak Polisi Segera tangkap Pelaku Dugaan Pembacokan di Kawasan PETI Hutabargot


