Senin, 5 Oktober 2026

Breaking News

  • Izin, Kebisingan hingga Pajak Disorot, Wawako Pekanbaru Setuju HW Live House Ditertibkan   ●   
  • Dugaan Calon Kades Berstatus DPO Mencuat di Rokan Hulu, Warga Minta Polisi Bertindak   ●   
  • Pemprov Riau Buka 80 Kursi Pelatihan Vokasi Gratis, Warga Bengkalis Bisa Ikut Daftar   ●   
  • Pesan Perdana Kapolda Riau Irjen Arman: Polisi Harus Empati, Responsif dan Dekat dengan Rakyat   ●   
  • Tambahan Rp 20 Triliun untuk BPJS Kesehatan, Prabowo Tegaskan Pelayanan Harus Setara dan Tanpa Diskriminasi   ●   
Konflik di Areal PT Adei Memanas, 2 Security PT STRUM Terluka dan Sejumlah Kendaraan Rusak
Minggu 04 Oktober 2026, 20:01 WIB

BENGKALIS — Konflik antara kelompok masyarakat dan petugas keamanan (security) PT STRUM di kawasan perkebunan PT Adei, Desa Muara Basung, Kecamatan Pinggir, Kabupaten Bengkalis, Riau, memanas pada Sabtu (3/10/2026).

Insiden yang terjadi di kawasan Simpang PKS PT Adei tersebut menyebabkan dua orang security mengalami luka-luka. Selain itu, mes security dan sejumlah kendaraan operasional dilaporkan mengalami kerusakan.

Berdasarkan laporan kepolisian, peristiwa bermula ketika sejumlah security PT STRUM melakukan patroli menggunakan kendaraan roda empat di kawasan perkebunan PT Adei, tepatnya di belakang PKS PT Adei.

Kompol Agung Rama Setiawan dalam keterangannya menjelaskan, situasi kemudian berkembang setelah petugas security mendapati dua orang laki-laki mengendarai sepeda motor sambil membawa dua janjang buah kelapa sawit menuju sebuah ram di kawasan Simpang PKS.

Sesampainya di lokasi, petugas security turun dari kendaraan dan menanyakan asal-usul buah kelapa sawit tersebut. Namun, situasi kemudian memanas setelah sekitar 20 orang masyarakat yang tidak dikenal datang ke lokasi.

“Sesampainya di ram, security turun dan menanyakan tentang buah tersebut. Namun kemudian datang sekitar 20 orang masyarakat yang tidak dikenal dan langsung menyerang security menggunakan senjata tajam berupa parang, tojok dan cangkul,” demikian keterangan Kompol Agung Rama Setiawan.

Mendapat serangan tersebut, para security berupaya menyelamatkan diri dengan menaiki kendaraan operasional. Namun, kendaraan yang digunakan untuk meninggalkan lokasi juga dilaporkan menjadi sasaran perusakan.

Akibat kejadian itu, seorang security berinisial Max mengalami luka pada bagian kening akibat benda tajam. Sementara kendaraan operasional mengalami kerusakan pada bagian kaca dan bodi.

Situasi kembali memanas beberapa jam kemudian. Sekitar pukul 14.30 WIB, ratusan massa dari kelompok masyarakat Simpang PKS PT Adei dilaporkan mendatangi Pos 2 ATM PT Adei KM 4.

Massa disebut melakukan sweeping terhadap petugas security PT STRUM yang berada di lokasi.

Para petugas keamanan kemudian berupaya menyelamatkan diri dengan meninggalkan pos dan berlindung di rumah-rumah karyawan maupun kawasan perkebunan.

Dalam kejadian tersebut, satu unit mes security PT STRUM dilaporkan mengalami kerusakan.

Tidak hanya itu, sejumlah kendaraan operasional security juga turut mengalami kerusakan. Kendaraan yang dilaporkan rusak terdiri dari empat sepeda motor Honda CRF dan dua unit mobil Toyota Hilux.

Dua kendaraan Toyota Hilux tersebut masing-masing bernomor polisi BK 8312 YR dan BK 8315 YR. Berdasarkan laporan, kedua kendaraan mengalami kerusakan berat, di antaranya kaca pecah dan kondisi kendaraan yang dilaporkan terbalik.

“Untuk mes security PT STRUM, bangunan tersebut baru dilakukan handover dengan PT CMA pada 1 Oktober 2026,” demikian disebutkan dalam laporan kepolisian.

Selain kerusakan material, insiden tersebut juga menyebabkan seorang security lainnya, Yacopa, mengalami luka pada bagian kepala dan patah hidung.

Yacopa kemudian menjalani perawatan di Klinik Berkah, Kecamatan Pinggir. Sementara Max telah mendapatkan penanganan medis atas luka pada bagian kening yang dialaminya.

Merespons situasi yang berkembang, personel Polsek Pinggir langsung mendatangi lokasi untuk mengamankan situasi dan mencegah konflik meluas.

Kanit Intelkam Polsek Pinggir IPTU Yarman EB, SH, bersama personel piket pelayanan tiba di lokasi dan melakukan pengamanan.

Kehadiran aparat kepolisian membuat situasi berangsur terkendali. Massa kemudian secara perlahan membubarkan diri dan meninggalkan lokasi.

“Kondisi saat ini sudah kondusif. Masing-masing kelompok telah meninggalkan lokasi menuju tempat masing-masing,” demikian keterangan dalam laporan kepolisian.

Hingga laporan ini disusun, aparat kepolisian masih melakukan pengamanan dan pendalaman terkait rangkaian kejadian tersebut.***

 




Untuk saran dan pemberian informasi kepada redaksi suarahebat.com, silakan kontak ke email: [email protected]


Komentar Anda


Copyright © 2026 Suarahebat.com - All Rights Reserved
Scroll to top