Senin, 5 Oktober 2026

Breaking News

  • Izin, Kebisingan hingga Pajak Disorot, Wawako Pekanbaru Setuju HW Live House Ditertibkan   ●   
  • Dugaan Calon Kades Berstatus DPO Mencuat di Rokan Hulu, Warga Minta Polisi Bertindak   ●   
  • Pemprov Riau Buka 80 Kursi Pelatihan Vokasi Gratis, Warga Bengkalis Bisa Ikut Daftar   ●   
  • Pesan Perdana Kapolda Riau Irjen Arman: Polisi Harus Empati, Responsif dan Dekat dengan Rakyat   ●   
  • Tambahan Rp 20 Triliun untuk BPJS Kesehatan, Prabowo Tegaskan Pelayanan Harus Setara dan Tanpa Diskriminasi   ●   
Pesan Perdana Kapolda Riau Irjen Arman: Polisi Harus Empati, Responsif dan Dekat dengan Rakyat
Senin 05 Oktober 2026, 09:11 WIB

PEKANBARU -- Kapolda Riau yang baru, Irjen Pol Arman Achdiat, langsung menegaskan komitmennya membangun kepolisian yang humanis, responsif, dan dekat dengan masyarakat. Ia bahkan mengingatkan seluruh personel agar tidak menyakiti hati warga yang seharusnya dilindungi dan dilayani, Senin (05/10/26).

Irjen Arman resmi menjabat sebagai Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Riau setelah dilantik Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto pada Sabtu (3/10/2026). Ia menggantikan Komjen Pol Herry Heryawan yang mendapat promosi sebagai Kabaharkam Polri.

Mengawali kepemimpinannya di Bumi Lancang Kuning, jenderal bintang dua tersebut menyatakan siap menjalankan berbagai arahan dan program Kapolri, terutama dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepolisian kepada masyarakat.

"Kalau kita bicara polisi harus dekat dengan masyarakat, berarti kita harus ada empati, responsif, peduli dan loyalitas kepada masyarakat," ujarnya, Minggu (4/10/2026).

Menurut Arman, kedekatan polisi dengan masyarakat tidak cukup hanya ditunjukkan melalui kehadiran fisik di tengah warga. Lebih dari itu, setiap personel harus memiliki empati, kepedulian, serta kemampuan merespons kebutuhan dan persoalan masyarakat secara cepat.

Ia menegaskan, kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian hanya dapat dibangun melalui pelayanan yang tulus dan sikap yang benar-benar mencerminkan pengayom masyarakat.

"Sebagai polisi jangan sakiti masyarakat, kita sendiri kan juga tidak ingin disakiti. Berikan pelayanan terbaik kepada masyarakat," tegasnya.

Untuk memastikan komitmen tersebut berjalan, Irjen Arman menyiapkan evaluasi internal terhadap seluruh jajaran Polda Riau.

Personel yang dinilai masih memiliki persoalan dalam hal empati dan kepedulian terhadap masyarakat akan diberikan pembinaan. Langkah ini dilakukan agar setiap anggota memahami kembali perannya sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat.

"Bagaimana bisa dipercaya kalau tidak dicintai," kata Irjen Arman.

Ia menilai, kepercayaan masyarakat tidak bisa dibangun hanya melalui kewenangan dan penegakan hukum. Polisi juga harus mampu menghadirkan rasa aman, keadilan, serta pelayanan yang membuat masyarakat merasa dihargai.

"Kalau seorang polisi tidak punya jiwa seperti itu (empati dan peduli), ya mungkin mohon maaf, untuk era sekarang, ya minimal kita berikan pembinaan dululah untuk bisa jadi seorang polisi yang bisa dipercaya masyarakat," ujarnya.

Selain menyoroti kualitas pelayanan, Kapolda Riau yang baru juga mengingatkan seluruh personel agar menghormati karakter, norma, dan tatanan sosial masyarakat setempat.

Menurutnya, kearifan lokal yang tumbuh di Bumi Lancang Kuning harus menjadi bagian penting dalam pelaksanaan tugas kepolisian, termasuk ketika melakukan penegakan hukum.

Ia menegaskan, pemahaman terhadap nilai-nilai masyarakat lokal diperlukan agar kehadiran polisi dapat diterima dan dipercaya oleh seluruh lapisan masyarakat.

"Bagaimana keinginan masyarakat, menjaga aturan dan norma yang ada di Bumi Lancang Kuning ya harus kita jadikan pedoman, apa yang sudah jadi tatanan harus kita tegakkan," pungkasnya.

Penunjukan Irjen Arman Achdiat sebagai Kapolda Riau menjadi babak baru dalam perjalanan pengabdiannya selama 34 tahun di institusi Polri.

Lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) 1992 tersebut sebelumnya menjabat sebagai Perwira Tinggi Baintelkam Polri dengan penugasan di Badan Intelijen Negara (BIN) sejak Januari 2025.

Sepanjang kariernya, Arman memiliki pengalaman di sejumlah bidang strategis, terutama reserse dan lalu lintas.

Ia pernah menjabat sebagai Kapolres Sumedang, Kapolres Karawang, hingga Direktur Lalu Lintas Polda Jawa Tengah.

Berbekal pengalaman tersebut, Irjen Arman kini menghadapi tantangan baru untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di Riau sekaligus memperkuat kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian.

Komitmennya untuk menghadirkan polisi yang berempati, responsif, dan menghormati kearifan lokal menjadi salah satu pesan utama yang mengawali kepemimpinannya di Polda Riau.***

 




Untuk saran dan pemberian informasi kepada redaksi suarahebat.com, silakan kontak ke email: [email protected]


Komentar Anda


Copyright © 2026 Suarahebat.com - All Rights Reserved
Scroll to top