Senin, 19 Oktober 2026

Breaking News

  • Tak Ingin Warga Terus Terancam Jalan Gelap, Zulkardi Dorong PJU Segera Direalisasikan   ●   
  • Terlapor Dugaan Penganiayaan Wanita di Asahan Ternyata Eks Polisi yang Dipecat karena Kasus Narkoba   ●   
  • Pengembangan Pariwisata Pekanbaru Tuai Apresiasi, Pemko Raih ITMW Destination Awards 2026   ●   
  • Ketua GRIB Jaya Pekanbaru, S. Hondro: Pastikan Distribusi MBG Selama PJJ Tepat Sasaran!   ●   
  • Pacu Jalur Antar Kuansing Raih Penghargaan Best Regency Destination Award 2026 di Bali   ●   
BMKG Catat 9 Hotspot
Kabut Asap Makin Pekat, Pekanbaru hingga Inhu Alami Penurunan Jarak Pandang
Sabtu 17 Oktober 2026, 15:50 WIB

PEKANBARU, RIAU — Kabut asap yang menyelimuti sejumlah wilayah di Provinsi Riau semakin pekat pada Sabtu (17/10/2026). Kondisi tersebut menyebabkan jarak pandang menurun, bahkan di Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) tercatat hanya sekitar 500 meter.

Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru, penurunan jarak pandang juga terjadi di sejumlah daerah lainnya. Di Kota Pekanbaru, jarak pandang tercatat sekitar 1.500 meter, Kabupaten Kampar 3.000 meter, dan Kabupaten Pelalawan 1.000 meter.

Forecaster On Duty BMKG Stasiun Pekanbaru, Elisa JS Kedang, membenarkan kondisi tersebut.

"Jarak pandang di Inhu hanya 500 meter," ujar Elisa.

Menurutnya, kondisi kabut asap tersebut terjadi ketika titik panas atau hotspot masih terdeteksi di sejumlah wilayah Provinsi Riau.

BMKG mencatat sebanyak sembilan titik panas tersebar di lima kabupaten dan kota di Riau. Rinciannya, tiga titik berada di Kabupaten Bengkalis, dua titik di Kabupaten Siak, dua titik di Kabupaten Kampar, satu titik di Kabupaten Pelalawan, serta satu titik di Kota Dumai.

Keberadaan titik panas tersebut menjadi perhatian di tengah menurunnya jarak pandang akibat kabut asap. Meski demikian, data hotspot merupakan indikasi awal yang perlu ditindaklanjuti dengan verifikasi untuk memastikan adanya kebakaran lahan maupun hutan.

Di tengah kondisi kabut asap yang masih menyelimuti sejumlah wilayah, masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap dampaknya bagi kesehatan, khususnya gangguan pada sistem pernapasan.

BMKG mengingatkan masyarakat agar menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan. Selain itu, kegiatan di luar rumah sebaiknya dikurangi apabila kondisi asap semakin pekat.

"Kita imbau masyarakat untuk menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan. Selain itu, aktivitas di luar rumah sebaiknya dibatasi apabila kondisi asap semakin pekat," ungkap Elisa.

Penurunan jarak pandang juga perlu menjadi perhatian pengguna jalan, terutama pengendara yang melintasi wilayah dengan kondisi kabut asap tebal. Pengendara diharapkan mengurangi kecepatan, menjaga jarak aman, menyalakan lampu kendaraan sesuai kebutuhan, serta menghindari perjalanan apabila jarak pandang tidak memungkinkan.

Masyarakat juga diharapkan terus memantau informasi resmi dari BMKG dan instansi terkait, sekaligus melaporkan apabila menemukan indikasi kebakaran hutan dan lahan di lingkungan masing-masing.***

 




Untuk saran dan pemberian informasi kepada redaksi suarahebat.com, silakan kontak ke email: [email protected]


Komentar Anda


Copyright © 2026 Suarahebat.com - All Rights Reserved
Scroll to top