JAKARTA — Aksi mahasiswa bertajuk #MerebutKemerdekaan yang melibatkan mahasiswa Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) dan BEM Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka (UHAMKA) berlangsung diwarnai ketegangan. Dalam aksi tersebut, mahasiswa berusaha menembus barikade aparat yang mengamankan jalannya demonstrasi, Rabu (21/10/26).
Situasi sempat memanas hingga terjadi aksi saling dorong antara mahasiswa dan aparat kepolisian. Di tengah ketegangan itu, Fathimah Azzahra, Wakil Ketua BEM UI periode 2026, berupaya menenangkan massa melalui orasi yang emosional.
Aksi tersebut menjadi wadah bagi mahasiswa untuk menyuarakan sejumlah persoalan yang dinilai perlu mendapat perhatian serius dari pemerintah, mulai dari pemberantasan korupsi, reforma agraria, kenaikan biaya kebutuhan pokok, hingga persoalan kebijakan nasional dan penanganan bencana.
Dalam aksi tersebut, mahasiswa BEM UI menyampaikan 8 tuntutan utama yang menjadi bagian dari aspirasi mereka yakni :
1. Hentikan penjajahan negara atas rakyat sendiri.
2. Hentikan KKN.
3. Wujudkan reforma agraria sejati.
4. Turunkan harga kebutuhan pokok dan BBM.
5. Evaluasi total PSN serta hentikan MBG dan KDMP.
6. Hentikan pemusatan kekuasaan, pemangkasan TKD, dan kembalikan otonomi daerah.
7. Tetapkan status bencana nasional untuk daerah Sumatra dan Flores serta percepat pemulihan wilayah terdampak bencana.
8. Hentikan represivitas dan intervensi TNI-Polri dalam ruang sipil serta bubarkan YON-TP.
Delapan tuntutan tersebut mencerminkan beragam persoalan yang menjadi sorotan mahasiswa, mulai dari tata kelola pemerintahan dan kebijakan ekonomi hingga keadilan agraria, otonomi daerah, penanganan bencana, serta peran aparat dalam kehidupan sipil.
Dinamika aksi yang sempat diwarnai saling dorong juga menjadi perhatian, terutama terkait pentingnya menjaga ruang penyampaian pendapat di muka umum agar berlangsung aman dan tertib.
Mahasiswa berharap tuntutan yang disampaikan tidak berhenti sebagai aspirasi di jalanan, tetapi mendapat perhatian dan tanggapan dari pemerintah melalui evaluasi kebijakan serta langkah konkret yang dapat dipertanggungjawabkan kepada publik.***
Zulkardi Bersama Warga Temui Kapolresta Pekanbaru, Dugaan Mafia Tanah dan Intimasi Jadi Sorotan
Divonis Cacat Permanen, Ibu YN Terlantar: Nasib 4 Anak Terancam, Tanggung Jawab Perusahaan Dipertanyakan
Mahasiswa BEM UI dan UHAMKA Coba Tembus Barikade, Ini 8 Tuntutan Kritik Kebijakan Pemerintahan Prabowo
Kabut Asap Masih Selimuti Pekanbaru, PM2.5 Tembus 115,3 µg/m³, Warga Tak Boleh Dipaksa Terbiasa
Kapolresta Pekanbaru Pimpin Langsung Razia Narkoba di Pangeran Hidayat, Sabu 19,42 Gram Diamankan
Ketika Rakyat Merindukan Jokowi: Bukan Sekadar Sosok, tetapi Optimisme, Kerja Nyata, dan Semangat Keberaniannya
Kabut Asap Makin Pekat, Pekanbaru hingga Inhu Alami Penurunan Jarak Pandang
IHSG Anjlok 11,57 Persen, OJK Jatuhkan Denda Rp 2,1 Triliun dan Polri Siapkan Penegakan Hukum Pasar Modal
Gaji PNS Lewat Kopdes Merah Putih Ditargetkan Cair pada 2026, Anggaran Diajukan ke Kemenkeu
Persiapan Pelantikan DPD SP Perisai Pancasila Kota Pekanbaru Telah Selesai Dilaksanakan
Ketua Umum FPKB Sindir Keras Demo Sepi Pendukung: “Lebih Baik Bikin Kegiatan Bermanfaat dari pada Hanya cari sensasi
Ida Yulita Diduga Rugikan Negara Rp704,9 Juta, GEMMPAR Siap Gelar Aksi di Depan Kajari
UMKM FPKB adakan lomba kuliner khas Melayu dengan hadiah puluhan juta
Kajari Kuansing Gandeng OPD Penuhi Hak Dasar Anak Panti, Terobosan Perdana di Riau
Target Rampung November, Kepala SMPN 2 Sikakap Apresiasi Rehabilitasi Pendidikan di Mentawai
Zulkardi Bersama Warga Temui Kapolresta Pekanbaru, Dugaan Mafia Tanah dan Intimasi Jadi Sorotan
Divonis Cacat Permanen, Ibu YN Terlantar: Nasib 4 Anak Terancam, Tanggung Jawab Perusahaan Dipertanyakan



