PEKANBARU, RIAU — Aksi demonstrasi yang digelar massa Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) di depan Gedung DPRD Provinsi Riau, Rabu (21/10/2026), berlangsung tegang setelah massa berupaya menerobos barikade personel kepolisian yang berjaga di lokasi.
Aksi tersebut digelar sebagai bentuk desakan kepada pemerintah dan pihak terkait agar mengambil langkah konkret dalam menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di Provinsi Riau.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, massa terlihat berusaha melewati barikade polisi di depan gedung wakil rakyat. Dalam perkembangan aksi tersebut, massa berhasil menerobos barikade hingga pagar Gedung DPRD Riau terbuka.
Situasi itu menjadi sorotan di tengah meningkatnya tuntutan masyarakat agar persoalan karhutla tidak hanya ditangani melalui langkah-langkah sementara, tetapi juga melalui upaya pencegahan dan penegakan hukum yang konsisten.
Karhutla merupakan persoalan lingkungan yang berulang di Riau dan berpotensi menimbulkan dampak luas, mulai dari kerusakan ekosistem hingga pencemaran udara yang mengancam kesehatan masyarakat.
Melalui aksi tersebut, mahasiswa menyuarakan tuntutan agar pemerintah daerah dan instansi terkait menunjukkan keseriusan dalam menangani kebakaran hutan dan lahan, termasuk memastikan langkah penanggulangan berjalan efektif di lapangan.
Aksi di depan Gedung DPRD Riau ini sekaligus menjadi pengingat bahwa persoalan karhutla membutuhkan respons nyata, koordinasi lintas instansi, serta keterbukaan informasi kepada publik mengenai langkah penanganan yang telah dan sedang dilakukan.
Masyarakat menaruh harapan agar aspirasi yang disampaikan mahasiswa mendapat perhatian serius dari para pemangku kebijakan dan ditindaklanjuti dengan langkah yang terukur.
Hingga informasi ini disusun, belum terdapat keterangan lebih lanjut mengenai hasil audiensi, tanggapan resmi pihak DPRD Riau maupun pemerintah daerah terhadap tuntutan massa HMI.***
Zulkardi Bersama Warga Temui Kapolresta Pekanbaru, Dugaan Mafia Tanah dan Intimasi Jadi Sorotan
Divonis Cacat Permanen, Ibu YN Terlantar: Nasib 4 Anak Terancam, Tanggung Jawab Perusahaan Dipertanyakan
Mahasiswa BEM UI dan UHAMKA Coba Tembus Barikade, Ini 8 Tuntutan Kritik Kebijakan Pemerintahan Prabowo
Kabut Asap Masih Selimuti Pekanbaru, PM2.5 Tembus 115,3 µg/m³, Warga Tak Boleh Dipaksa Terbiasa
Kapolresta Pekanbaru Pimpin Langsung Razia Narkoba di Pangeran Hidayat, Sabu 19,42 Gram Diamankan
Ketika Rakyat Merindukan Jokowi: Bukan Sekadar Sosok, tetapi Optimisme, Kerja Nyata, dan Semangat Keberaniannya
Kabut Asap Makin Pekat, Pekanbaru hingga Inhu Alami Penurunan Jarak Pandang
IHSG Anjlok 11,57 Persen, OJK Jatuhkan Denda Rp 2,1 Triliun dan Polri Siapkan Penegakan Hukum Pasar Modal
Gaji PNS Lewat Kopdes Merah Putih Ditargetkan Cair pada 2026, Anggaran Diajukan ke Kemenkeu
Persiapan Pelantikan DPD SP Perisai Pancasila Kota Pekanbaru Telah Selesai Dilaksanakan
Ketua Umum FPKB Sindir Keras Demo Sepi Pendukung: “Lebih Baik Bikin Kegiatan Bermanfaat dari pada Hanya cari sensasi
Ida Yulita Diduga Rugikan Negara Rp704,9 Juta, GEMMPAR Siap Gelar Aksi di Depan Kajari
UMKM FPKB adakan lomba kuliner khas Melayu dengan hadiah puluhan juta
Kajari Kuansing Gandeng OPD Penuhi Hak Dasar Anak Panti, Terobosan Perdana di Riau
Target Rampung November, Kepala SMPN 2 Sikakap Apresiasi Rehabilitasi Pendidikan di Mentawai
Zulkardi Bersama Warga Temui Kapolresta Pekanbaru, Dugaan Mafia Tanah dan Intimasi Jadi Sorotan
Divonis Cacat Permanen, Ibu YN Terlantar: Nasib 4 Anak Terancam, Tanggung Jawab Perusahaan Dipertanyakan



