Kamis, 22 Oktober 2026

Breaking News

  • Jaksa Agung Setujui Usulan PIKI, Dorong Keadilan bagi Korban Tindak Pidana   ●   
  • Gelombang Protes di Prancis Dipicu Reformasi Pensiun, Kebijakan Pemerintah Tuai Perlawanan Publik   ●   
  • Kualitas Udara Pekanbaru Memburuk, IQAir Catat 256 AQI: PAUD–TK Tetap PJJ, SD–SMP Tatap Muka Terbatas   ●   
  • Ditresnarkoba Polda Riau Gerebek Sarang Narkoba di Pekanbaru, 2 Pria Positif Metamfetamina   ●   
  • Massa HMI Terobos Barikade Polisi di DPRD Riau, Desak Penanganan Serius Karhutla   ●   
Kualitas Udara Pekanbaru Memburuk, IQAir Catat 256 AQI: PAUD–TK Tetap PJJ, SD–SMP Tatap Muka Terbatas
Kamis 22 Oktober 2026, 08:41 WIB

PEKANBARU, RIAU — Kualitas udara di Kota Pekanbaru masih menjadi perhatian pada Kamis (22/10/2026) pagi. Berdasarkan pemantauan IQAir pukul 08.00 WIB, indeks kualitas udara tercatat mencapai 256 AQI US dengan konsentrasi PM2.5 sebesar 181,4 µg/m³. Angka tersebut masuk kategori sangat tidak sehat.

Di tengah kondisi tersebut, pembelajaran bagi anak usia dini masih dilaksanakan secara jarak jauh. PAUD dan TK tetap menjalani pembelajaran jarak jauh (PJJ) hingga kualitas udara membaik. Sementara itu, siswa SD dan SMP telah kembali mengikuti pembelajaran tatap muka terbatas dengan pengawasan Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Pekanbaru.

Berdasarkan data pemantauan yang diperoleh, Pekanbaru menempati urutan keempat dalam daftar kota di Indonesia yang ditampilkan IQAir saat tangkapan layar diambil.

Tingginya konsentrasi PM2.5 menjadi perhatian karena partikel polutan berukuran sangat kecil tersebut dapat masuk jauh ke dalam saluran pernapasan. Paparan polusi udara berisiko mengganggu kesehatan, terutama bagi anak-anak yang masih dalam masa pertumbuhan.

Perbedaan kondisi kualitas udara di sejumlah titik pemantauan juga perlu menjadi perhatian. Stasiun Pekanbaru–Panam tercatat mencapai 300 AQI US, sedangkan Pekanbaru–Payung Sekaki berada di angka 212. Dalam pemantauan terpisah, BMKG mencatat konsentrasi PM2.5 di Pekanbaru sebesar 84,8 µg/m³ pada pukul 06.00 WIB dengan kategori tidak sehat.

Perbedaan angka tersebut perlu dipahami berdasarkan lokasi, waktu, serta metode pemantauan masing-masing. Karena itu, masyarakat diimbau untuk memperhatikan informasi kualitas udara terkini sebelum melakukan aktivitas di luar ruangan.

Kondisi kualitas udara yang masih buruk menuntut perhatian serius terhadap perlindungan kesehatan peserta didik. Pelaksanaan pembelajaran tatap muka terbatas perlu disertai pemantauan kondisi udara serta langkah perlindungan yang memadai, khususnya bagi siswa yang rentan terhadap dampak polusi.

Masyarakat juga diimbau membatasi aktivitas fisik di luar ruangan ketika kualitas udara berada pada kategori tidak sehat hingga sangat tidak sehat. Penggunaan pelindung pernapasan yang sesuai dan pengurangan paparan udara tercemar dapat menjadi langkah pencegahan, terutama bagi anak-anak dan kelompok rentan.

Udara bersih masih dinantikan warga Pekanbaru. Di tengah kondisi tersebut, pemantauan kualitas udara dan penyampaian informasi yang akurat menjadi penting agar masyarakat dapat mengambil langkah pencegahan secara tepat.***

 




Untuk saran dan pemberian informasi kepada redaksi suarahebat.com, silakan kontak ke email: [email protected]


Komentar Anda


Copyright © 2026 Suarahebat.com - All Rights Reserved
Scroll to top