PEKANBARU — Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Riau (UNRI) menggelar aksi unjuk rasa di gerbang Kantor Gubernur Riau, Jumat (23/10/2026).
Mereka mendesak pemerintah daerah dan pusat mengambil langkah tegas dan konkret untuk mengatasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terus berulang serta menimbulkan kabut asap di Riau.
Perwakilan BEM FKIP UNRI, Fikri, menilai penanganan karhutla belum maksimal. Dampaknya tidak hanya mengancam kesehatan masyarakat, tetapi juga mengganggu aktivitas pendidikan. Siswa dan guru di wilayah terdampak terpaksa menyesuaikan kegiatan belajar-mengajar, bahkan belajar dari rumah akibat kabut asap.
“Anak didik, para siswa, dan para guru yang seharusnya mengajar dan diajar, harus belajar di rumah karena sebuah bencana,” ujar Fikri.
Dalam aksi tersebut, mahasiswa menegaskan 6 tuntutan kepada pemerintah, yakni:
1. Memperkuat pencegahan karhutla melalui pengawasan intensif di kawasan rawan kebakaran agar bencana tidak terus berulang setiap tahun.
2. Menegakkan hukum secara tegas terhadap pihak yang terbukti bertanggung jawab atas pembakaran hutan dan lahan.
3. Mengevaluasi efektivitas kebijakan dan regulasi penanganan karhutla, sehingga aturan yang telah tersedia benar-benar diterapkan di lapangan.
4. Memperjelas koordinasi dan tanggung jawab pemerintah daerah dan pusat agar persoalan kewenangan tidak menjadi alasan keterlambatan penanganan bencana.
5. Melindungi kesehatan masyarakat terdampak kabut asap, terutama anak-anak, warga pedesaan, dan kelompok rentan.
6. Menjamin keberlangsungan pendidikan dengan mengutamakan keselamatan siswa dan guru serta memastikan anak-anak tetap memperoleh hak pendidikan yang layak selama karhutla terjadi.
Fikri menegaskan, pemerintah tidak boleh hanya mengandalkan regulasi dan imbauan tanpa tindakan nyata. Menurutnya, masyarakat terus menanggung dampak karhutla, mulai dari ancaman kesehatan hingga terganggunya proses belajar-mengajar.
“Apakah pemerintah daerah hari ini tidak dapat bertindak? Apakah dengan persoalan yang terjadi di pusat, pemerintah daerah diam saja?” tegasnya.
Ia menambahkan, aksi tersebut merupakan bentuk tanggung jawab mahasiswa dalam menyuarakan aspirasi masyarakat kecil, khususnya warga desa dan anak-anak di pelosok yang selama ini terdampak kabut asap.
Sementara itu, aparat kepolisian bersama Satpol PP Riau menyiapkan pengamanan di sekitar Kantor Gubernur Riau. Sekitar 100 personel mengikuti apel kesiapan, pagar betis didirikan di depan gerbang, dan pasukan Brimob disiagakan di kawasan tersebut.
Mahasiswa berharap pemerintah segera mengambil langkah terukur dan berkelanjutan untuk menghentikan karhutla berulang, melindungi masyarakat, serta memastikan hak pendidikan anak tidak terus dikorbankan akibat kabut asap.
“Tiga bulan desa kita harus terkena pembakaran hutan. Bagaimana tindakan pemerintah?” tutup Fikri.***
Kualitas Udara Indonesia Memburuk, Ancaman Kabut Asap dan PM2.5 Mengintai Kesehatan Masyarakat
Ditengah Kabut Asap dan Aksi Demonstrasi, Prabowo Kumpulkan Kepala Daerah: Instruksi Tegas, Hasilnya Ditunggu
Sebanyak 35.910 Kasus ISPA Tercatat di Riau, Pekanbaru Tertinggi dengan 10.020 Kasus
Kualitas Udara Pekanbaru Memburuk, IQAir Catat 256 AQI: PAUD–TK Tetap PJJ, SD–SMP Tatap Muka Terbatas
Massa HMI Terobos Barikade Polisi di DPRD Riau, Desak Penanganan Serius Karhutla
Zulkardi Bersama Warga Temui Kapolresta Pekanbaru, Dugaan Mafia Tanah dan Intimasi Jadi Sorotan
Divonis Cacat Permanen, Ibu YN Terlantar: Nasib 4 Anak Terancam, Tanggung Jawab Perusahaan Dipertanyakan
Mahasiswa BEM UI dan UHAMKA Coba Tembus Barikade, Ini 8 Tuntutan Kritik Kebijakan Pemerintahan Prabowo
Kabut Asap Masih Selimuti Pekanbaru, PM2.5 Tembus 115,3 µg/m³, Warga Tak Boleh Dipaksa Terbiasa
Persiapan Pelantikan DPD SP Perisai Pancasila Kota Pekanbaru Telah Selesai Dilaksanakan
Ketua Umum FPKB Sindir Keras Demo Sepi Pendukung: “Lebih Baik Bikin Kegiatan Bermanfaat dari pada Hanya cari sensasi
Ida Yulita Diduga Rugikan Negara Rp704,9 Juta, GEMMPAR Siap Gelar Aksi di Depan Kajari
UMKM FPKB adakan lomba kuliner khas Melayu dengan hadiah puluhan juta
Polsek Bengkong Laksanakan Pengamanan Turnamen Mini Soccer HUT ke-26 DPRD Kota Batam
Aset Daerah Terbengkalai, Gedung BPP Sikakap Mentawai Minim perhatian Dinas Terkait
Sebanyak 13.850 Kasus ISPA Tercatat di Pekanbaru, Syamsul Bahri Desak Penanganan Serius
Sukses Rehab Lab dan WC, Kepala SMPN 1 Pus Berharap Bantuan Lanjutan Untuk Ruang Guru dan Pagar



