suarahebat.Com, Mentawai - Kondisi gedung balai penyuluhan pertanian ( BPP) kecamatan sikakap, kabupaten Kepulauan Mentawai, saat ini sangat memprihatikan. Fasilitas yang seharusnya menjadi pusat edukasi dan pengembangan bagi para petani di wilayah tersebut dinilai kurang mendapat perhatian dan perawatan serius dari dinas terkait.
Pantauan di lapangan menunjukkan beberapa bagian dinding gedung sudah retak-retak, cat dinding yang mengelupas dan pudar serta pekarangan di sekitar kantor, yang mulai di tumbuhi semak belukar. kondisi sarana penunjang yang kurang terawat ini dikhawatirkan dapat mengganggu kenyamanan dan optimalisasi pelayanan bagi masyarakat, khususnya kelompok tani setempat.
Menanggapi hal tersebut, koordinator BPP kecamatan sikakap, Heriadi, S.P., tidak menampik adanya kendala pada fasilitas yang ada saat ini. Pihaknya mengakui bahwa keterbatasan anggaran perawatan berkala menjadi pemicu utama menurunnya kondisi fisik gedung operasional para penyuluh lapangan.
" Kami tetap berupaya maksimal memaksimalkan pelayanan dan pendampingan kepada kelompok tani di Sikakap dengan kondisi apa adanya.Namun, kami tidak menutup mata bahwa fasilitas gedung dan sarana penunjang memang sudah waktunya mendapat kan renovasi serta perhatian lebih dari dinas terkait agar kinerja di lapangan bisa lebih optimal," ungkap Heriadi, S.P. saat di konfirmasi oleh awak media, kamis (22/10/2026).
Masyarakat dan para petani setempat menaruh harapan besar agar pemerintah kabupaten Kepulauan Mentawai, melalui dinas pertanian atau instansi terkait,dapat segera menganggarkan dana renovasi pada tahun anggaran berjalan.
Pembenahan ini di nilai mendesak agar aset daerah tersebut tidak semakin rusak parah dan fungsi nya sebagai motor penggerak ketahanan pangan di kecamatan sikakap dapat kembali berjalan maksimal.*(Y.zai).
Kualitas Udara Indonesia Memburuk, Ancaman Kabut Asap dan PM2.5 Mengintai Kesehatan Masyarakat
Ditengah Kabut Asap dan Aksi Demonstrasi, Prabowo Kumpulkan Kepala Daerah: Instruksi Tegas, Hasilnya Ditunggu
Sebanyak 35.910 Kasus ISPA Tercatat di Riau, Pekanbaru Tertinggi dengan 10.020 Kasus
Kualitas Udara Pekanbaru Memburuk, IQAir Catat 256 AQI: PAUD–TK Tetap PJJ, SD–SMP Tatap Muka Terbatas
Massa HMI Terobos Barikade Polisi di DPRD Riau, Desak Penanganan Serius Karhutla
Zulkardi Bersama Warga Temui Kapolresta Pekanbaru, Dugaan Mafia Tanah dan Intimasi Jadi Sorotan
Divonis Cacat Permanen, Ibu YN Terlantar: Nasib 4 Anak Terancam, Tanggung Jawab Perusahaan Dipertanyakan
Mahasiswa BEM UI dan UHAMKA Coba Tembus Barikade, Ini 8 Tuntutan Kritik Kebijakan Pemerintahan Prabowo
Kabut Asap Masih Selimuti Pekanbaru, PM2.5 Tembus 115,3 µg/m³, Warga Tak Boleh Dipaksa Terbiasa
Persiapan Pelantikan DPD SP Perisai Pancasila Kota Pekanbaru Telah Selesai Dilaksanakan
Ketua Umum FPKB Sindir Keras Demo Sepi Pendukung: “Lebih Baik Bikin Kegiatan Bermanfaat dari pada Hanya cari sensasi
Ida Yulita Diduga Rugikan Negara Rp704,9 Juta, GEMMPAR Siap Gelar Aksi di Depan Kajari
UMKM FPKB adakan lomba kuliner khas Melayu dengan hadiah puluhan juta
Sebanyak 13.850 Kasus ISPA Tercatat di Pekanbaru, Syamsul Bahri Desak Penanganan Serius
Sukses Rehab Lab dan WC, Kepala SMPN 1 Pus Berharap Bantuan Lanjutan Untuk Ruang Guru dan Pagar
Pinjaman Rp 13 Juta, Tagihan Pelunasan Rp 45 Juta: Warga Pekanbaru Adukan Perusahaan Gadai ke Polda Riau
BEM FKIP UNRI Desak Pemerintah Serius Tangani Karhutla, Soroti Dampak Kabut Asap terhadap Pendidikan



