Minggu, 8 November 2026

Breaking News

  • Misteri Penyadapan Prabowo Terkuak? Jovi Andrea Bachtiar Sebut Dugaan Keterkaitan Mafia Migas, Bukan Jokowi   ●   
  • Serda RHP Diduga Tewas Dianiaya Senior di Lanud Pekanbaru, TNI AU Janji Usut Tuntas   ●   
  • Kebanggaan Pekanbaru dan Siak, Sultan Muhammad Ali Abdul Jalil Muazzam Syah Akan Dianugerahi Gelar Pahlawan Nasional   ●   
  • Nasib Lima Jurnalis Masih Misterius, Andra Soni Ditantang Tunjukkan Kepemimpinan dalam Tragedi Arupadhatu 1   ●   
  • IMO-Indonesia Perkuat Industri Media Nasional, Resmikan Sekretariat Tetap dan Uji Coba IndoGlobal AdS   ●   
Serda RHP Diduga Tewas Dianiaya Senior di Lanud Pekanbaru, TNI AU Janji Usut Tuntas
Minggu 08 November 2026, 00:01 WIB

PEKANBARU — Seorang prajurit TNI Angkatan Udara (TNI AU), Serda RHP, personel Skatek 045 Lanud Roesmin Nurjadin Pekanbaru, meninggal dunia pada Kamis malam (5/11/2026). Kematian prajurit tersebut diduga berkaitan dengan tindak kekerasan yang terjadi di lingkungan kompleks mess Lanud Roesmin Nurjadin, Pekanbaru, Riau.

Peristiwa yang menimbulkan keprihatinan tersebut kini tengah menjadi perhatian serius jajaran TNI AU. Dugaan adanya keterlibatan personel senior dalam insiden yang berujung pada meninggalnya Serda RHP sedang ditelusuri melalui proses penyelidikan internal.

Dugaan tindak kekerasan tersebut telah dibenarkan oleh Dinas Penerangan TNI Angkatan Udara. Kepala Dinas Penerangan TNI AU (Kadispenau), Marsma TNI Feri Yunaldi, menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan penyelidikan awal terhadap personel yang diduga terlibat serta meminta keterangan dari sejumlah saksi guna mengungkap fakta dan kronologi kejadian.

Sebagai bagian dari upaya memastikan penyebab kematian, jenazah Serda RHP juga telah menjalani autopsi pada Jumat (6/11/2026). Pemeriksaan medis tersebut dilakukan untuk mengetahui penyebab pasti meninggalnya prajurit tersebut.

Sementara itu, Komandan Lanud (Danlanud) Roesmin Nurjadin Pekanbaru, Marsma TNI Abdul Haris, menegaskan bahwa pihaknya menindaklanjuti peristiwa tersebut dengan melakukan penyelidikan secara menyeluruh.

Ia menyatakan, penyelidikan difokuskan untuk mengungkap kronologi kejadian sekaligus mengidentifikasi pihak-pihak yang diduga terlibat dalam tindak kekerasan tersebut.

"Saat ini jenazah sudah diantar ke kampung halaman menggunakan pesawat TNI AU. Kami tindaklanjuti dengan penyelidikan atas kejadian ini, sehingga nanti akan dapat diungkap siapa-siapa saja yang menjadi pelaku dan sebagainya, sebelum kita naikkan berkas perkara ke pengadilan," ujar Abdul Haris, Sabtu (7/11/2026).

Jenazah Serda RHP telah diberangkatkan menggunakan pesawat TNI AU menuju kampung halamannya di Kabupaten Humbang Hasundutan, Sumatera Utara, untuk diserahkan kepada keluarga dan dimakamkan.

Di sisi lain, TNI AU menegaskan tidak akan menoleransi segala bentuk kekerasan yang bertentangan dengan hukum maupun nilai-nilai keprajuritan. Institusi tersebut juga menyatakan komitmennya untuk menindaklanjuti perkara ini melalui proses hukum yang profesional, transparan, dan akuntabel.

Kasus meninggalnya Serda RHP kini menjadi perhatian publik, sekaligus menjadi ujian bagi komitmen institusi TNI AU dalam memastikan perlindungan terhadap setiap prajurit di lingkungan kedinasan.

Masyarakat dan keluarga korban tentu berharap penyelidikan tidak berhenti pada pemeriksaan awal semata. Fakta kejadian, motif, serta pihak-pihak yang bertanggung jawab harus diungkap secara terang dan objektif, sehingga keadilan bagi almarhum dan keluarganya dapat diwujudkan sesuai ketentuan hukum yang berlaku.***

 




Untuk saran dan pemberian informasi kepada redaksi suarahebat.com, silakan kontak ke email: [email protected]


Komentar Anda


Copyright © 2026 Suarahebat.com - All Rights Reserved
Scroll to top