JAKARTA — Jovi Andrea Bachtiar, S.H., menyampaikan klaim mengenai informasi yang disebutnya berasal dari sumber internal lingkaran Presiden Prabowo Subianto. Informasi tersebut dikaitkan dengan dugaan dinamika politik, persoalan penegakan hukum, hingga dugaan praktik mafia minyak dan gas bumi (migas), Minggu (08/11/26).
Namun, sumber, dokumen pendukung, serta substansi informasi tersebut masih memerlukan verifikasi lebih lanjut.
Salah satu poin yang disorot adalah klaim bahwa mantan Presiden Joko Widodo bukan pihak yang memerintahkan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo untuk melakukan penyadapan terhadap Presiden Prabowo Subianto.
Klaim tersebut menjadi perhatian karena menyangkut hubungan antar lembaga negara, dinamika kekuasaan, serta dugaan adanya aktivitas intelijen yang perlu dijelaskan berdasarkan fakta dan bukti yang dapat dipertanggungjawabkan.
Selain persoalan tersebut, Jovi juga mengaitkan narasinya dengan dugaan jaringan mafia migas yang disebut memiliki keterkaitan dengan persoalan bisnis dan politik pada masa pemerintahan sebelumnya.
Dalam waktu yang sama, turut disinggung perusahaan Petral yang pernah menjadi sorotan dalam pemberantasan mafia migas. Petral sendiri merupakan entitas yang pernah terlibat dalam rantai bisnis perdagangan minyak dan telah dibubarkan melalui proses restrukturisasi Pertamina.
Jovi juga menyinggung dugaan keterkaitan keluarga seorang tokoh dengan jaringan mafia migas. Bahkan, materi publikasi tersebut menghubungkan isu itu dengan penanganan perkara tindak pidana korupsi sektor migas oleh Kejaksaan Agung.
Persoalan dugaan korupsi di sektor migas merupakan isu serius yang menyangkut pengelolaan sumber daya alam, keuangan negara, serta kepentingan masyarakat luas.
Karena itu, Kejaksaan Agung diharapkan terus mengedepankan transparansi dan profesionalitas dalam mengungkap setiap perkara yang berkaitan dengan dugaan penyimpangan di sektor strategis tersebut.
Apabila terdapat informasi baru mengenai keterlibatan pihak-pihak tertentu, masyarakat berhak memperoleh penjelasan berdasarkan hasil penyelidikan dan penyidikan yang sah.
Sejumlah klaim yang disampaikan Jovi Andrea Bachtiar tersebut membutuhkan klarifikasi dari pihak-pihak yang disebut maupun berkaitan dengan narasi tersebut.
Kepolisian perlu memberikan penjelasan apabila terdapat dugaan aktivitas penyadapan terhadap Presiden Prabowo Subianto. Sementara itu, pihak-pihak yang dikaitkan dengan dugaan jaringan mafia migas juga perlu memperoleh ruang untuk memberikan tanggapan.
Presiden Prabowo Subianto dan jajaran pemerintahannya diharapkan memastikan bahwa agenda pemberantasan korupsi berjalan tanpa intervensi kepentingan politik maupun kelompok bisnis tertentu.***
IMO-Indonesia Perkuat Industri Media Nasional, Resmikan Sekretariat Tetap dan Uji Coba IndoGlobal AdS
Mahasiswa Trisakti Tagih Janji Tritura ke Setneg, Kecewa Tak Ada Kepastian dari Pemerintah
Krisis Perbankan Paraguay Memanas, Jutaan Nasabah Ueno Bank Tak Bisa Cairkan Uang
Pedagang STC Menang di PTUN, Agung Nugroho Kini Ditagih Janji: Terbitkan Rekomendasi Perpanjangan HGB
Usai Jalan Pastoran Diperbaiki, Zulkardi Kembali Kawal Jalan Damai Palas, HKI Janji Pengaspalan dalam Waktu Dekat
Tiga Jenderal Terseret Kasus Penyadapan Ilegal, Mantan Kapolri Listyo Sigit Jadi Tersangka
Jalan Pastoran–Palas Kini Mulus, Warga Rumbai Barat Apresiasi Gerak Cepat Zulkardi Kawal Aspirasi
Polemik Lahan Meranti Pandak Masih Bergulir, Adu Klaim Harus Dijawab dengan Bukti Hukum
OPINI: Demokrasi Bukan Panggung Pujian, Pemerintah Harus Siap Dikritik dan Dievaluasi
Persiapan Pelantikan DPD SP Perisai Pancasila Kota Pekanbaru Telah Selesai Dilaksanakan
Ketua Umum FPKB Sindir Keras Demo Sepi Pendukung: “Lebih Baik Bikin Kegiatan Bermanfaat dari pada Hanya cari sensasi
Ida Yulita Diduga Rugikan Negara Rp704,9 Juta, GEMMPAR Siap Gelar Aksi di Depan Kajari
UMKM FPKB adakan lomba kuliner khas Melayu dengan hadiah puluhan juta
Serda RHP Diduga Tewas Dianiaya Senior di Lanud Pekanbaru, TNI AU Janji Usut Tuntas
Kebanggaan Pekanbaru dan Siak, Sultan Muhammad Ali Abdul Jalil Muazzam Syah Akan Dianugerahi Gelar Pahlawan Nasional
Nasib Lima Jurnalis Masih Misterius, Andra Soni Ditantang Tunjukkan Kepemimpinan dalam Tragedi Arupadhatu 1
IMO-Indonesia Perkuat Industri Media Nasional, Resmikan Sekretariat Tetap dan Uji Coba IndoGlobal AdS



