Sabtu, 19 September 2026

Breaking News

  • Jejak Nihil Rombongan Jurnalis di Selat Sunda, Waketum IMO-Indonesia Soroti Kinerja Andra Soni hingga Pigai   ●   
  • LESBUGA MENGGELAR AUDENSI DENGAN PEMERINTAH KOTA ADMINISTRASI JAKARTA TIMUR TERKAIT KEGIATAN FESTIVAL TARI RATOH JAROE   ●   
  • Surat Tahun 1986 Diabaikan, S. Hondro : Pertanyakan Proses Verifikasi Ganti Rugi Tol Pekanbaru–Rengat   ●   
  • Karhutla di Salo Kampar Berhasil Dikendalikan, TNI Kerahkan Pasukan Gabungan   ●   
  • Pelapor dan Tersangka Berdamai, Mirwansyah Apresiasi Penyidik Polresta Pekanbaru   ●   
IMO-Indonesia Dorong Pembentukan Satgas Informasi Bencana Sumatera
Rabu 17 Desember 2025, 10:13 WIB

suarahebat.com, Jakarta — Ketua Umum Ikatan Media Online (IMO) Indonesia, Yakub F. Ismail, menyoroti belum terbentuknya satuan tugas (Satgas) khusus yang menangani soal arus informasi dan update penanganan bencana di Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara. 

Yakub menilai, ketiadaan Satgas informasi ini berpotensi menimbulkan simpang siur informasi, keterlambatan update resmi penanganan bencana, serta lemahnya koordinasi pemberitaan di tengah tingginya atensi publik akan informasi yang cepat, akurat, dan kredibel seputar perkembangan penanganan bencana di Sumatera.

Melihat situasi ini, Yakub mendorong pemerintah pusat dan daerah untuk segera membentuk Satgas Pengelolaan Informasi dan Media Penanganan Bencana Sumatera. 

"Satgas ini diharapkan menjadi pusat koordinasi informasi dengan melibatkan seluruh media nasional, baik pusat maupun daerah, khususnya asosiasi badan usaha media, bukan semata asosiasi wartawan," kata Yakub du Jakarta, Selasa (16/12). 

“Pelibatan badan usaha media menjadi urgent karena media sebagai institusi mempunyai sistem manajemen redaksi, jaringan distribusi, dan tanggung jawab perusahaan yang memungkinkan kelancaran pemberitaan dan keberlanjutan arus informasi," katanya. 

Dengan demikian, kata Yakub, Satgas yang akan dibentuk tidak hanya menjadi ruang koordinasi pewarta, tetapi juga wadah sinergi antarkorporasi media dalam mendiseminasikan narasi kebencanaan yang utuh, berimbang dan bertanggung jawab.

Di samping itu, Yakub juga menekankan terkait peran strategis pers nasional dalam membangun diplomasi media di kancah global, utamanya dalam pemberitaan penanganan bencana Sumatera. 

Menurutnya, di era konektivitas digital yang semakin masif, informasi mengenai bencana di Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara dengan cepat menjadi konsumsi publik internasional. 

"Jika tidak didukung dengan pengelolaan pemberitaan yang baik, dapat menimbulkan persepsi bias, liar, dan simpang siur di mata masyarakat global yang mana hal tersebut dapat membentuk persepsi negatif yang merugikan reputasi bangsa," terang Yakub.

Yakub lalu menegaskan bahwa diplomasi media nasional bukanlah upaya menyembunyikan fakta, tetapi mengemas informasi dengan penuh tanggung jawab, akurat, kontekstual, dan sesuai prosedur penanganan bencana secara berhati-hati. 

"Media nasional mempunyai peran penting dalam menjelaskan langkah-langkah pemerintah, kerja kemanusiaan lintas sektor, serta kepatuhan terhadap standar internasional penanggulangan bencana," cetusnya. 

Narasi yang terukur dan berbasis data, karnanya kata Yakub akan membangun kepercayaan publik internasional bahwa Indonesia memiliki kapasitas, tata kelola, dan komitmen kuat dalam menghadapi bencana.

Selain itu, diplomasi media yang dikelola dengan baik dapat memperkuat posisi Indonesia dalam jejaring kemanusiaan global. 

Pemberitaan yang kredibel membuka ruang sinergi dan kolaborasi yang lebih luas, mempercepat dukungan internasional, serta menegaskan bahwa Indonesia tidak hanya menjadi objek pemberitaan bencana, tetapi juga subjek aktif yang mampu mengelola krisis secara profesional dan penuh rasa tanggung jawab. 

“Inilah mengapa pembentukan Satgas informasi dan media sangat diperlukan agar pers nasional dapat bekerja serempak, solid, dan penuh dedikasi di mata dunia,” tandas Yakub.




Untuk saran dan pemberian informasi kepada redaksi suarahebat.com, silakan kontak ke email: [email protected]


Komentar Anda


Berita Pilihan
Surat Tahun 1986 Diabaikan, S. Hondro : Pertanyakan Proses Verifikasi Ganti Rugi Tol Pekanbaru–Rengat

KUA-PPAS APBD Perubahan 2026 Pekanbaru Sudah Diserahkan ke DPRD, Pembahasan Dikejar Sebelum 30 September

Hakim PN Pekanbaru Turun ke Lokasi, Kuasa Hukum Firdinan: Dasar Kepemilikan Klien Kami Sudah Ada Sejak 1986

Kontrak Mitra Baru Dipersoalkan, PHR dan Vendor Berbeda Keterangan Soal Batas Usia 56 Tahun

SKT Firdinan Terbit 1985 VS SHM 2017, Kejanggalan Data Pertanahan Dipertanyakan — Presiden Prabowo dan Menteri ATR/BPN Nusron Wahid Diminta Turun Tangan

Syahrul Aidi Dorong Penguatan Profesi Jurnalis di Tengah Ledakan AI dan Media Sosial

Waspada! Nama Pejabat Kejati Riau Dicatut untuk Penipuan, Zikrullah Minta Warga Jangan Mudah Percaya

Kualitas Udara Sangat Tidak Sehat, Pemko Pekanbaru Kembali Terapkan PJJ 16 Sampai 18 September

Anggaran Angkutan Sampah DLHK Pekanbaru Disebut Capai Rp 29,4 Miliar, Dugaan Markup dan Armada Fiktif Disorot

Zulhelmi Arifin Jadi Sekda Pekanbaru, Rekam Jejak dan Sejumlah Dugaan Kasus Kembali Disorot

Copyright © 2026 Suarahebat.com - All Rights Reserved
Scroll to top