suarahebat.com, Jakarta, 18/12/2025 Kemenkeu – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa peran perempuan, khususnya ibu, merupakan pilar penting dalam menjaga kesinambungan pembangunan nasional, baik dari sisi ekonomi, sosial, maupun lingkungan. Hal tersebut disampaikannya dalam peringatan Hari Ibu ke-97 yang mengangkat tema “Kasih Ibu untuk Bumi: Merawat Alam, Menumbuhkan Harapan” di Aula Mezzanine Kementerian Keuangan, Rabu (18/12).
Dalam sambutannya, Menkeu menekankan bahwa kontribusi perempuan sering kali tidak terlihat karena banyak dilakukan di balik layar, namun dampaknya sangat besar bagi keberhasilan pembangunan. Menkeu mengibaratkan pembangunan nasional sebagai mesin yang tidak akan berjalan optimal jika separuh potensinya tidak dimanfaatkan.
“Peran beda-beda, kontribusi sama besar, seringnya dibalik layar. Kalau perempuan tidak ikut penuh, pembangunan itu ngos-ngosan. Ibarat mesin, kalau setengah silinder dimatiin, ya larinya setengah,” kata Menkeu.
Selain itu, Menkeu juga menegaskan bahwa kesetaraan gender bukan isu sampingan, melainkan isu ekonomi, produktivitas, dan masa depan yang harus terus didorong. Kesetaraan gender perlu dijalankan secara bijak dengan tetap mempertimbangkan kondisi keluarga dan kepentingan terbaik bagi anak. Sinergi antara peran laki-laki dan perempuan menjadi kunci agar kontribusi keduanya dapat optimal tanpa saling menghambat.
“Perempuan, ibu-ibu bisa dimaksimalkan kontribusinya untuk pembangunan juga. Tapi jangan setara-setara amat. Karena memang ada karakteristik yang berbeda antara laki-laki dan perempuan. Kalau itu bisa dijalankan dengan baik, kontribusinya buat ekonomi akan optimal,” ujar Menkeu.
Menurut Menkeu, pemberdayaan perempuan adalah hal yang benar secara moral dan tepat secara makroekonomi, karena perempuan merupakan separuh sumber daya manusia bangsa. Kontribusi optimal perempuan dan dukungan dari laki-laki diperlukan untuk pertumbuhan ekonomi yang berkesinambungan dan mencapai kemajuan bangsa.
“Emansipasi perempuan harus, tapi terus kita mempertimbangkan kondisi masyarakat dan keluarga kita supaya bisa optimal kontribusinya ke perekonomian. Jadi emansipasi bukan berarti semuanya kerja. Kita lihat yang pas sesuai dengan kemampuan dan kebutuhan negara ini. Yang penting adalah ibu amat berperan kepada kesinambungan pertumbuhan ekonomi kita,” kata Menkeu.
Ketua Umum PMMN Sesalkan Pernyataan Ginda Burnama, Ingatkan Pentingnya Menghormati Kebebasan Berpendapat
Diduga Gagal Paham Fungsi Pers dan Kontrol Sosial, Oknum Lapangan Proyek Polbeng Dinilai Keliru Memahami Tugas Jurnalis dan LSM
LSM INPEST Bongkar Dugaan Kejanggalan Material Fondasi Proyek Politeknik Negeri Bengkalis Rp 40 Miliar
Dugaan Pembunuhan Keji di Rumbai, Keluarga Korban Desak Polisi Segera Tangkap Pelaku dan Berikan Hukuman Seberat-Beratnya
Tak Kunjung Ditindak Meski Disorot, Dugaan Gudang CPO di Mandau Memantik Pertanyaan Besar
Prabowo Perintahkan Berantas Barang Ilegal, Mengapa Dugaan Penyelundupan di Bengkalis Masih Marak?
Diduga Gudang CPO Ilegal Beroperasi Di Mandau, Polda Riau Diminta Jangan Tutup Mata
Alih-Alih Bahas Dugaan Korupsi, Abdul Wahid dan SF Hariyanto Saling Ungkit Masa Lalu di Persidangan
Perkuat Kemitraan Strategis, GRIB Jaya Pekanbaru Sambangi Kediaman Ketua DPRD Riau Kaderismanto
Persiapan Pelantikan DPD SP Perisai Pancasila Kota Pekanbaru Telah Selesai Dilaksanakan
Ketua Umum FPKB Sindir Keras Demo Sepi Pendukung: “Lebih Baik Bikin Kegiatan Bermanfaat dari pada Hanya cari sensasi
Ida Yulita Diduga Rugikan Negara Rp704,9 Juta, GEMMPAR Siap Gelar Aksi di Depan Kajari
UMKM FPKB adakan lomba kuliner khas Melayu dengan hadiah puluhan juta
Tiga Bikers Kepri Lolos ke Nasional Safety Riding Honda 2026, Siap Wakili Daerah pada Agustus
Polda Riau Distribusikan 2.312 Paket Bansos, Bedah Rumah dan Air Bersih, Wujud Nyata Kepedulian Polri untuk Masyarakat
Gagal Lolos SPMB, Kisah Pilu Keluarga Buruh Angkut di Pekanbaru Harapkan Perhatian Pemerintah
Diduga Sebarkan Narasi Bernuansa Negatif di Grup WhatsApp, Oknum Anggota DPRD Kota Pekanbaru Berinisial 'RE' Dikecam

