Sabtu, 19 September 2026

Breaking News

  • Jejak Nihil Rombongan Jurnalis di Selat Sunda, Waketum IMO-Indonesia Soroti Kinerja Andra Soni hingga Pigai   ●   
  • LESBUGA MENGGELAR AUDENSI DENGAN PEMERINTAH KOTA ADMINISTRASI JAKARTA TIMUR TERKAIT KEGIATAN FESTIVAL TARI RATOH JAROE   ●   
  • Surat Tahun 1986 Diabaikan, S. Hondro : Pertanyakan Proses Verifikasi Ganti Rugi Tol Pekanbaru–Rengat   ●   
  • Karhutla di Salo Kampar Berhasil Dikendalikan, TNI Kerahkan Pasukan Gabungan   ●   
  • Pelapor dan Tersangka Berdamai, Mirwansyah Apresiasi Penyidik Polresta Pekanbaru   ●   
Wamenkomdigi Ajak Pegiat Internet Komunitas Edukasi Pemanfaatan Teknologi Saat Darurat
Jumat 16 Januari 2026, 05:25 WIB
Wamenkomdigi

suarahebat.com, Jakarta -- Wamenkomdigi Nezar Patria menyampaikan sambutan saat mengunjungi Pelatihan Internet Komunitas, Literasi Digital, Kewirausahaan Sosial, Kesetaraan Gender dan Kebencanaan di Citraweb Solusi Teknologi Training Center, Sleman, Yogyakarta, Kamis (15/01/2026).

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria mengajak para pegiat internet komunitas untuk mengambil peran aktif dalam mengedukasi masyarakat mengenai pemanfaatan teknologi di situasi darurat.

Hal ini disampaikan Wamen Nezar di hadapan peserta School of Community Networks Indonesia di Yogyakarta, Kamis (15/01/2026).

Wamen Nezar mencontohkan masyarakat perlu diberikan edukasi tentang cara agar tetap terkoneksi saat infrastruktur konektivitas dan listrik lumpuh.

Salah satunya adalah pengenalan terobosan teknologi alternatif yang tidak bergantung sepenuhnya pada jaringan listrik konvensional.

"Kita perlu memberikan edukasi kepada masyarakat, mungkin ada terobosan teknologi di tengah keadaan darurat. Walaupun kita menggunakan Starlink, tapi jika energinya tidak ada, kita mungkin bisa menggunakan panel surya untuk bisa terkoneksi," jelas Wamen Nezar.

Menurut Wamen Nezar, kehadiran internet kini sudah seperti udara, seringkali tidak disadari namun sangat vital bagi kehidupan.

Pentingnya konektivitas ini baru benar-benar terasa ketika akses terputus, seperti yang baru saja terjadi dalam bencana banjir di wilayah Sumatra.

"Di daerah bencana, ternyata selain air, makanan, dan listrik, telekomunikasi menjadi kebutuhan yang sangat luar biasa. Begitu internet terputus, kita baru sadar kita dalam keadaan yang kritis," ujar Wamen Nezar.

Berkaca dari keadaan pascabencana banjir di Provinsi Aceh, Wamen Nezar menceritakan tantangan berat di lapangan, mulai dari meluapnya sungai karena terjadi pendangkalan hingga putusnya akses jembatan yang mengisolasi wilayah, seperti di Bener Meriah dan Bireuen.

Kondisi ini menyebabkan sulitnya akses untuk memperbaiki infrastruktur kelistrikan dan menara BTS yang rusak sehingga partisipasi komunitas menjadi faktor penting dalam upaya pemulihan pascabencana.

"Strategi pemulihan jaringan telekomunikasi dalam keadaan bencana harus melibatkan semua stakeholder. Tidak bisa diserahkan hanya kepada pemerintah saja, karena dalam keadaan darurat, partisipasi semua pihak menjadi sangat strategis," jelasnya.

Wamen Nezar menegaskan pemerintah membuka pintu kolaborasi terhadap semua pihak untuk mengakselerasi pembangunan infrastruktur digital yang dapat dimanfaatkan oleh seluruh masyarakat Indonesia.

"Apa yang rekan-rekan lakukan sangat penting dalam rangka memperkuat ketangguhan infrastruktur telekomunikasi kita. Pemerintah membuka kolaborasi dengan semua pihak agar tujuan nasional no one left behind dalam transformasi digital bisa tercapai," tutup Wamen Nezar.




Untuk saran dan pemberian informasi kepada redaksi suarahebat.com, silakan kontak ke email: [email protected]


Komentar Anda


Berita Pilihan
Surat Tahun 1986 Diabaikan, S. Hondro : Pertanyakan Proses Verifikasi Ganti Rugi Tol Pekanbaru–Rengat

KUA-PPAS APBD Perubahan 2026 Pekanbaru Sudah Diserahkan ke DPRD, Pembahasan Dikejar Sebelum 30 September

Hakim PN Pekanbaru Turun ke Lokasi, Kuasa Hukum Firdinan: Dasar Kepemilikan Klien Kami Sudah Ada Sejak 1986

Kontrak Mitra Baru Dipersoalkan, PHR dan Vendor Berbeda Keterangan Soal Batas Usia 56 Tahun

SKT Firdinan Terbit 1985 VS SHM 2017, Kejanggalan Data Pertanahan Dipertanyakan — Presiden Prabowo dan Menteri ATR/BPN Nusron Wahid Diminta Turun Tangan

Syahrul Aidi Dorong Penguatan Profesi Jurnalis di Tengah Ledakan AI dan Media Sosial

Waspada! Nama Pejabat Kejati Riau Dicatut untuk Penipuan, Zikrullah Minta Warga Jangan Mudah Percaya

Kualitas Udara Sangat Tidak Sehat, Pemko Pekanbaru Kembali Terapkan PJJ 16 Sampai 18 September

Anggaran Angkutan Sampah DLHK Pekanbaru Disebut Capai Rp 29,4 Miliar, Dugaan Markup dan Armada Fiktif Disorot

Zulhelmi Arifin Jadi Sekda Pekanbaru, Rekam Jejak dan Sejumlah Dugaan Kasus Kembali Disorot

Copyright © 2026 Suarahebat.com - All Rights Reserved
Scroll to top