PEKANBARU - Anggota DPRD Pekanbaru, Roni Amriel menyoroti insiden tumbangnya tiang fiber optik (FO) di Jalan Rindang, Kelurahan Tangkerang Labuai, Kecamatan Bukit Raya, Sabtu (31/1/2026).
Menurut Roni Amriel, pihaknya di Komisi IV sudah kerap menerima laporan dari masyarakat terkait kabel optik yang semrawut dan menimbulkan korban dan persoalan ini dinilai sudah seharusnya menjadi perhatian serius Pemerintah Kota Pekanbaru.
"Dari awal kabel optik ini memang sudah menimbulkan masalah. Korbannya sudah banyak, baik masyarakat umum maupun petugas di lapangan. Ini sudah pernah kita bahas dalam hearing dengan beberapa perusahaan provider di Komisi IV," kata Roni, Rabu (3/2/2026).
Roni mengungkapkan, berdasarkan data yang diterima Komisi IV DPRD dari Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), hampir sebagian besar perusahaan provider kabel optik di Pekanbaru tidak mengantongi izin resmi.
"Karena banyak yang tidak berizin, Pemerintah Kota Pekanbaru harus bertindak tegas terhadap pemasangan tiang dan kabel optik yang cukup masif di Pekanbaru" ujarnya.
Ditambahkan Roni, keberadaan tiang tumpu dan kabel fiber optik yang dipasang sembarangan di setiap sudut tidak hanya merusak estetika wajah kota saja, tetapi terbukti nyata mengancam nyawa warga.
Bahkan, banyak kasus warga terjerat kabel, hingga petugas yang mengalami kecelakaan tersengat listrik saat bekerja.
Ketua Fraksi Golkar DPRD Pekanbaru ini pun menyinggung rencana pembentukan Tim Satuan Tugas (Satgas) Penertiban Kabel dan Tiang Fiber Optik oleh Pemerintah Kota Pekanbaru.
"Kami mendengar ada Tim Satgas yang dibentuk Pemko. Nah, kita dukung itu, segera lakukan eksekusi. Jangan berlama-lama karena semakin lama kabel optik ini semakin tumbuh di Kota Pekanbaru," tegas Roni.
Ia pun meminta Pemko Pekanbaru tidak ragu mengambil langkah tegas, termasuk mencabut dan memutus kabel fiber optik yang tidak memiliki izin.
"Saran kita pemerintah kota harus segera mengeksekusi, mencabut dan juga memutuskan kabel optik yang tidak ada perizinannya," tutup Roni.**
Wilmar Buka Suara Usai Kejagung Sita Rp 11,8 T di Kasus Minyak Goreng
Ribuan Warga Australia Menanti Dievakuasi dari Iran-Israel
Ribuan Massa AMMP Kepung Kantor Gubernur Riau, Tolak Relokasi Kawasan TNTN
Truk ODOL Bandel Masih Berkeliaran di Pekanbaru, Dishub dan Polda Riau Beri Peringatan
Ketua Umum FPKB Sindir Keras Demo Sepi Pendukung: “Lebih Baik Bikin Kegiatan Bermanfaat dari pada Hanya cari sensasi
Ida Yulita Diduga Rugikan Negara Rp704,9 Juta, GEMMPAR Siap Gelar Aksi di Depan Kajari
Persiapan Pelantikan DPD SP Perisai Pancasila Kota Pekanbaru Telah Selesai Dilaksanakan
UMKM FPKB adakan lomba kuliner khas Melayu dengan hadiah puluhan juta
Pemko Pekanbaru Laksanakan Sosialisasi Pengelolaan Kantor dan Toko di STC
Kerap Terima Keluhan Masyarakat, DPRD Minta Pemko Pekanbaru Berani Tindak Tegas Kabel Tak Berizin
DPRD Riau Dorong Optimalisasi Pajak Air Permukaan untuk Tingkatkan PAD
PBBI dan IKTS Bagikan 894 Paket Imlek di Kepulauan Meranti
.jpg)
.jpg)