Selasa, 4 Agustus 2026

Breaking News

  • KPK Kembangkan Kasus Dugaan Korupsi DJKA Medan, Sorotan Mengarah pada Dugaan Fee Rp 3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI   ●   
  • IMO-Indonesia Hadiri Rakerkornas APINDO Ke XXXV di Makassar   ●   
  • TIM Ekspedisi Merah Putih Presisi Polda Riau Tembus Pedalaman Talang Mamak Kobarkan Semangat Merah Putih Hadirkan Kepedulian Nyata untuk Negeri   ●   
  • Ratusan Pedagang STC Kepung DPRD Pekanbaru, Tuntut Kepastian Hukum: Jangan Biarkan Nasib UMKM Digantung Tanpa Solusi   ●   
  • Polantas Karib Hadir, Edukasi Keselamatan Berlalu Lintas Warnai Car Free Day Pekanbaru   ●   
Warga Makassar Tak Percaya Kinerja Polisi, Maraknya Debt Collector & Aplikasi Matel Bocorkan Data Pribadi, Minta Tolong Pangdam Hasanuddin
Kamis 19 Februari 2026, 12:53 WIB

Makassar — Suarahebat.com_-Gelombang ketidakpercayaan publik terhadap aparat kepolisian kembali mencuat di Kota Makassar. Warga secara terbuka menyatakan tidak percaya pada kinerja Polda Sulawesi Selatan dan Polrestabes Makassar, menyusul maraknya aksi debt collector yang diduga memanfaatkan aplikasi pelacakan kendaraan (matel) serta kebocoran data pribadi warga.

 

Situasi tersebut dinilai telah menciptakan rasa takut dan ketidakamanan di ruang publik. Warga pun mengambil langkah tidak biasa: meminta pertolongan langsung kepada Panglima Kodam XIV/Hasanuddin, karena menilai aparat kepolisian belum mampu mengendalikan keadaan.


“Bapak Pangdam Hasanuddin, kami warga Makassar mau aman, Pak. Kami percaya TNI mampu memberantas ini demi keamanan Kota Makassar,” demikian seruan warga yang disampaikan melalui pesan berantai.


Debt Collector Dinilai Berubah Jadi Preman Jalanan
Warga mendesak agar preman berkedok debt collector tidak lagi dibiarkan bebas berkeliaran di Makassar.

 Praktik penagihan utang disebut sudah melenceng jauh dari prosedur hukum dan berubah menjadi aksi intimidasi serta perampasan paksa kendaraan.


Sejumlah warga bahkan menyebut adanya dugaan keterlibatan oknum aparat penegak hukum, yang membuat para pelaku semakin berani bertindak di tempat umum tanpa rasa takut.


“Kami tidak boleh diperlakukan seenaknya. Apalagi menarik kendaraan dengan cara paksa. Ini bukan penagihan, ini perampasan,” ujar salah seorang warga.


Kesaksian Korban: Kendaraan Dirampas di Tempat Umum
Seorang sumber terpercaya berinisial M mengaku menjadi korban perampasan kendaraan yang dilakukan oleh sekelompok debt collector di salah satu pusat perbelanjaan di Kota Makassar.


“Modusnya bilang tagih utang. Orangnya banyak, bertato. Mereka berani karena tempatnya ramai. Ini bukan nagih, Pak, tapi memang mau ambil mobil saya. Langsung ditutup,” ungkap M.


Menurut M, tindakan tersebut dilakukan secara sewenang-wenang tanpa surat resmi, tanpa pendampingan aparat, dan tanpa putusan pengadilan.
Kapolda dan Kapolrestabes Dinilai Gagal Hadirkan Rasa Aman
Maraknya kasus ini membuat warga menilai Kapolda Sulsel dan Kapolrestabes Makassar belum mampu menjaga keamanan dan kenyamanan Kota Makassar.

 Ketika laporan dan keluhan dianggap tidak ditindaklanjuti secara tegas, kepercayaan publik pun perlahan runtuh.


“Jangan biarkan preman berkedok debt collector berkeliaran di Makassar seperti di Jakarta. Ini sudah jadi masalah serius bagi warga,” tegas M.

Warga Desak Negara Hadir, Bukan Diam
Warga menegaskan bahwa penarikan kendaraan secara paksa adalah perbuatan melawan hukum dan tidak boleh dibiarkan seolah-olah legal. 

Mereka berharap negara hadir secara nyata untuk melindungi rakyat, bukan justru membiarkan teror terjadi di jalanan.

Kini, perhatian publik tertuju pada langkah aparat dan respons institusi negara. Akankah keresahan warga segera dijawab dengan tindakan tegas, atau ketidakpercayaan publik akan terus membesar?

Redaksi/team




Untuk saran dan pemberian informasi kepada redaksi suarahebat.com, silakan kontak ke email: [email protected]


Komentar Anda


Berita Pilihan
KPK Kembangkan Kasus Dugaan Korupsi DJKA Medan, Sorotan Mengarah pada Dugaan Fee Rp 3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

DPP GRIB Jaya Tegaskan Pemecatan Imelda Samsi, Dinilai Lakukan Tindakan yang Mengganggu Stabilitas Organisasi

Desak Solusi Nyata bagi Kasus Bunda Jasmiati, Pengacara Mirwansyah Pertanyakan Arahan Wako Agung Nugroho Hubungi Layanan 112

Aktifkan Kembali Siskamling, Wawako Pekanbaru Markarius Anwar Ajak Warga Perkuat Keamanan Lingkungan

Dugaan Penipuan Seret Nama Anggota DPRD Pekanbaru, GRIB Jaya Desak Hanura Bersihkan Citra Partai

Kasat Reskrim Polresta Pekanbaru Tegaskan Komitmen Berantas Kejahatan, 6 Pelaku Begal dan Penipuan Online Berhasil Diamankan

DPD GRIB Jaya Riau Pertegas Disiplin Organisasi, Martin Purba Sebut Pengurus yang Dipecat Tak Lagi Berwenang Mengatasnamakan DPP

Rencana Pembagian Ponsel untuk RT/RW Harus Dikaji Matang, Jangan Sampai Jadi Beban Anggaran Tanpa Dampak Nyata

GRIB Jaya Pekanbaru Desak Kejari Usut Tuntas Dugaan Penyimpangan Anggaran Sosper DPRD T.A 2024–2025

DPD GRIB Jaya Riau Resmi Berhentikan 3 Pengurus, Tegaskan Penataan Organisasi dan Disiplin Internal

Copyright © 2026 Suarahebat.com - All Rights Reserved
Scroll to top