PEKANBARU,Suarahebat.com – Pihak Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Pekanbaru menyampaikan hak jawab dan klarifikasi resmi atas pemberitaan salah satu media online yang menyoroti prosedur pemeriksaan logistik koperasi di dalam lapas.
Hak jawab tersebut disampaikan oleh Kepala Lapas Kelas IIA Pekanbaru, Yuniarto, melalui Humas Lapas, James Rischi. Pernyataan resmi itu diteruskan kepada sejumlah mitra media melalui Grup WhatsApp Mitra Lapas Pekanbaru pada tanggal 21 Februari 2021.
Dalam keterangannya, pihak Lapas menyatakan bahwa pemberitaan yang beredar dinilai tidak proporsional dan berpotensi menimbulkan persepsi keliru di tengah masyarakat, seolah-olah pihak lapas mengabaikan prosedur pengamanan terhadap barang yang masuk ke dalam lingkungan pemasyarakatan.
Pihak Lapas menegaskan bahwa seluruh barang yang masuk ke Lapas Kelas IIA Pekanbaru, termasuk logistik koperasi, tetap berada dalam pengawasan petugas dan mengikuti standar operasional prosedur (SOP) pengamanan yang berlaku.
Pemeriksaan, disebutkan, dilakukan secara bertahap dan berlapis sesuai ketentuan internal pemasyarakatan.
Menurut penjelasan pihak Lapas, pemeriksaan logistik koperasi diawali dengan verifikasi administrasi di pintu utama, seperti pemeriksaan dokumen pengiriman dan asal barang.
Selanjutnya, dilakukan pemeriksaan lanjutan di area koperasi bersama pengurus koperasi di bawah supervisi petugas lapas.
“Mekanisme tersebut bukan merupakan pengecualian atau pengabaian prosedur keamanan, melainkan bagian dari pengaturan operasional untuk efisiensi kerja tanpa mengurangi aspek pengawasan dan pengamanan,” demikian penjelasan pihak Lapas dalam hak jawabnya.
Pihak Lapas juga menegaskan bahwa Lapas Kelas IIA Pekanbaru memiliki dan menggunakan perangkat keamanan, termasuk mesin X-Ray dan alat deteksi lainnya, sebagai bagian dari upaya menjaga keamanan dan ketertiban serta mendukung program pemberantasan handphone ilegal, pungutan liar, dan narkoba (Halinar).
Selain menyampaikan klarifikasi, pihak Lapas menyatakan terbuka terhadap masukan dan evaluasi dari berbagai pihak, termasuk media. Lapas juga menyampaikan kesiapan untuk memberikan penjelasan lebih lanjut serta membuka ruang liputan langsung guna memperlihatkan proses pengamanan barang di pintu utama lapas secara transparan.
Hak jawab dan klarifikasi ini disampaikan sebagai bagian dari pelaksanaan ketentuan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers, yang menjamin hak setiap pihak untuk memberikan tanggapan atas pemberitaan yang dinilai merugikan.***Bmc
(Rls/Red*)
Temuan Pelanggaran Lengkap, HW Live House Kembali Bebas Beroperasi: Publik Curiga Pembiaran
Omzet Fantastis Capai Rp1 Miliar/Malam, Dugaan Keterlibatan Oknum Aparat Jadi Sorotan — Ancaman Serius Kamtibmas di Pekanbaru
Tekanan Publik Memuncak! Izin HGU hingga Status Kawasan Hutan PT Tumpuan Mandau Dipertanyakan
Perintah Presiden Prabowo Seolah Tak Digubris, Mafia Perkebunan Sawit Lebih Berkuasa ?
KPK Kepung Elite DPRD Riau, Dua Pimpinan Diduga Terseret Skema Permainan Anggaran
Skandal Rokok Ilegal Pekanbaru: Rp 399 Miliar Disita, Tersangka Tak Ada
Pengurus GRIB JAYA Riau Sambut Terpilihnya Martin Purba dalam Acara Buka Bersama
Aroma Main Mata di Balik KSO PT APN: Korporasi Bermasalah Bangkit Lagi, Siapa Bermain?
Forkopimda Diduga Dilecehkan, Eks PT. DMMP Kembali Berebut Kelola: Negara Konsisten atau Kompromi?
Persiapan Pelantikan DPD SP Perisai Pancasila Kota Pekanbaru Telah Selesai Dilaksanakan
Ketua Umum FPKB Sindir Keras Demo Sepi Pendukung: “Lebih Baik Bikin Kegiatan Bermanfaat dari pada Hanya cari sensasi
Ida Yulita Diduga Rugikan Negara Rp704,9 Juta, GEMMPAR Siap Gelar Aksi di Depan Kajari
UMKM FPKB adakan lomba kuliner khas Melayu dengan hadiah puluhan juta
Polemik HW Live House, GRIB Jaya Soroti Dugaan Setor Pajak Tak Sesuai Selama 3 Tahun
Lapas Pekanbaru Resmi Buka Porsenap 2026, Ajang Sportivitas dan Kreativitas Warga Binaan
APRESIASI KINERJA PEGAWAI, LAPAS BANGKINANG GELAR PENYEMATAN KENAIKAN PANGKAT 28 PEGAWAI
Lapas Narkotika Rumbai Bersinergitas Dengan Pihak Bareskrim Polri Dalam Pengungkapan Kasus Peredaran Narkotika
