Sabtu, 19 September 2026

Breaking News

  • Jejak Nihil Rombongan Jurnalis di Selat Sunda, Waketum IMO-Indonesia Soroti Kinerja Andra Soni hingga Pigai   ●   
  • LESBUGA MENGGELAR AUDENSI DENGAN PEMERINTAH KOTA ADMINISTRASI JAKARTA TIMUR TERKAIT KEGIATAN FESTIVAL TARI RATOH JAROE   ●   
  • Surat Tahun 1986 Diabaikan, S. Hondro : Pertanyakan Proses Verifikasi Ganti Rugi Tol Pekanbaru–Rengat   ●   
  • Karhutla di Salo Kampar Berhasil Dikendalikan, TNI Kerahkan Pasukan Gabungan   ●   
  • Pelapor dan Tersangka Berdamai, Mirwansyah Apresiasi Penyidik Polresta Pekanbaru   ●   
"Viral! Debt Collector ngaku  Media mau Tarik Paksa Kendaraan, Warga Desak Kapolda Sulsel Tangkap dan Proses Hukum!"
Minggu 22 Februari 2026, 18:38 WIB

Makassar,Suarahebat.com_-Sebuah video yang viral di media sosial baru-baru ini menghebohkan warga Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel),dalam video tersebut, seorang debt collector (penagih utang) dengan percaya diri mengaku berasal dari media, dan berusaha menarik paksa kendaraan milik warga di jalan. Tindakan ini memicu kekesalan dari masyarakat yang merasa nama baik media dan pers telah dicemarkan.

Warga Makassar Desak Kapolda Sulsel Tindak Tegas
Setelah video tersebut viral, warga Makassar langsung meminta agar Kapolda Sulsel, Irjen Pol Djuhandhani Rahardjo Puro, S.H., M.H., segera bertindak tegas dan memproses hukum oknum debt collector yang mengaku sebagai media ini.

 “Jangan jual nama lembaga media untuk kepentingan pribadi,tindakan ini sangat merusak citra pers dan meresahkan warga,” ujar salah seorang warga yang menyaksikan kejadian tersebut.

Tindakan oknum debt collector ini dianggap telah melampaui batas, apalagi dengan mengaku berasal dari media untuk melakukan aksi penarikan kendaraan secara paksa. Aksi tersebut sangat bertentangan dengan fungsi media yang seharusnya bertugas sebagai kontrol sosial yang mengedukasi dan memberitakan fakta, bukan malah terlibat dalam tindakan yang bersifat premanisme.

Wartawan Senior A. Gani: "Tindakan Ini Sangat Memalukan"
Wartawan senior, A. Gani, yang juga turut memberikan tanggapan terkait video viral tersebut, mengecam keras perilaku debt collector yang mengaku media.

 Menurutnya, jika benar oknum tersebut dari media, maka tindakan seperti itu sangat tidak bisa diterima.
“Media bekerja untuk mengkonfirmasi kebenaran dan menjalankan fungsi kontrol sosial.

 Tidak ada yang namanya media yang menarik paksa kendaraan di jalan. Itu lebih mirip seperti perampokan daripada fungsi pers,” tegas A. Gani.

 Ia juga menambahkan bahwa tindakan tersebut bisa merusak kredibilitas lembaga media dan pers di Indonesia.

Tegas, A. Gani Meminta Kapolda Sulsel Tindak Tegas Debt Collector
Lebih lanjut, A. Gani menegaskan bahwa Kapolda Sulsel harus segera menangkap dan memeriksa oknum debt collector yang mengaku sebagai media. 

Menurutnya, jika dia benar-benar bekerja untuk sebuah lembaga media, seharusnya dia tahu bagaimana cara yang benar dalam mengonfirmasi dan mengedukasi masyarakat, bukan menarik kendaraan secara paksa.

“Ini sangat memalukan, dan tindakan ini harus segera ditindak lanjuti. Kapolda Sulsel harus segera bertindak untuk menjaga marwah lembaga media dan memastikan kejadian seperti ini tidak terulang lagi,” ujar A. Gani.

Kapolda Sulsel Belum Memberikan Tanggapan
Hingga berita ini diterbitkan, Kapolda Sulsel Irjen Pol. Djuhandhani Rahardjo Puro, S.H., M.H., belum memberikan tanggapan resmi terkait insiden ini.




Untuk saran dan pemberian informasi kepada redaksi suarahebat.com, silakan kontak ke email: [email protected]


Komentar Anda


Berita Pilihan
Surat Tahun 1986 Diabaikan, S. Hondro : Pertanyakan Proses Verifikasi Ganti Rugi Tol Pekanbaru–Rengat

KUA-PPAS APBD Perubahan 2026 Pekanbaru Sudah Diserahkan ke DPRD, Pembahasan Dikejar Sebelum 30 September

Hakim PN Pekanbaru Turun ke Lokasi, Kuasa Hukum Firdinan: Dasar Kepemilikan Klien Kami Sudah Ada Sejak 1986

Kontrak Mitra Baru Dipersoalkan, PHR dan Vendor Berbeda Keterangan Soal Batas Usia 56 Tahun

SKT Firdinan Terbit 1985 VS SHM 2017, Kejanggalan Data Pertanahan Dipertanyakan — Presiden Prabowo dan Menteri ATR/BPN Nusron Wahid Diminta Turun Tangan

Syahrul Aidi Dorong Penguatan Profesi Jurnalis di Tengah Ledakan AI dan Media Sosial

Waspada! Nama Pejabat Kejati Riau Dicatut untuk Penipuan, Zikrullah Minta Warga Jangan Mudah Percaya

Kualitas Udara Sangat Tidak Sehat, Pemko Pekanbaru Kembali Terapkan PJJ 16 Sampai 18 September

Anggaran Angkutan Sampah DLHK Pekanbaru Disebut Capai Rp 29,4 Miliar, Dugaan Markup dan Armada Fiktif Disorot

Zulhelmi Arifin Jadi Sekda Pekanbaru, Rekam Jejak dan Sejumlah Dugaan Kasus Kembali Disorot

Copyright © 2026 Suarahebat.com - All Rights Reserved
Scroll to top