Selasa, 4 Agustus 2026

Breaking News

  • KPK Kembangkan Kasus Dugaan Korupsi DJKA Medan, Sorotan Mengarah pada Dugaan Fee Rp 3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI   ●   
  • IMO-Indonesia Hadiri Rakerkornas APINDO Ke XXXV di Makassar   ●   
  • TIM Ekspedisi Merah Putih Presisi Polda Riau Tembus Pedalaman Talang Mamak Kobarkan Semangat Merah Putih Hadirkan Kepedulian Nyata untuk Negeri   ●   
  • Ratusan Pedagang STC Kepung DPRD Pekanbaru, Tuntut Kepastian Hukum: Jangan Biarkan Nasib UMKM Digantung Tanpa Solusi   ●   
  • Polantas Karib Hadir, Edukasi Keselamatan Berlalu Lintas Warnai Car Free Day Pekanbaru   ●   
Beredar Video  Perlakuan SARA Di Kampar Riau, Seorang Yang Di Duga RT Mengatakan Suku Jawa Dengan Kotor, Peguyuban Dan Pemuka Adat Angkat Bicara
Minggu 26 April 2026, 22:32 WIB

Kampar,Riau,Suarahebat.com_-Beredar vidio yang terjadi di Kampar di duga seorang RT mengatakan  "Jawa B*B*" . Hal ini membuat   beberapa peguyuban Dan Ikatan Adat angkat bicara,dalam hal ini, kasus sara ini berawal ada nya  sekelompok masa menyerang PT KKU  yang di pimpin oleh Handoko beralamat di Kampar tanggal 17 April 2026 Silam. Dalam vidio tersebut terdengar jelas ucapan keras dari seseorang yang diduga RT berinisial A.minggu,(26/04/26)

Ketua pansus Misuri (Mitra Sunda Riau) Farid mengatakan ini suatu yang serius dan harus di tindak tegas Saat di temui di tempat nya.

"Menurut pandangan saya menebar kebencian antar sesama suku itu sangat sensitive sekali itu tidak bisa di benarkan tidak bisa di tolerir sama sekali.Kita Bhineka Tunggal Ika menjunjung suku adat dan lain sebagainya di bawah kesatuan NKRI.

Maka dari itu ini persoalan serius jangan di anggap persoalan sepeleh. Mungkin ini dari tingkat dasar benar,  tingkat awal dan ketika itu sudah menjadi konflik besar. Dan ini potensi kalau tidak ada penanganan lebih lanjut dari pihak-pihak yang terkait dari kepolisian dari lembaga adat dan sebagainya. Ini harus di follow up oleh pihak hukum karena ini berpotensi besar untuk kekacauan" Kata Farid  26 April 2026.

Selain itu, Fari Wakil Bidang Pendidikan FPK (Forum Pembauran Kebangsaan), wadah kemasyarakatan yang difasilitasi pemerintah untuk memelihara persatuan antar SARA (Suku, Agama, Ras, Adat) mengatakan ini tidak boleh terjadi di Indonesia ini.

"Bahwa kita di indonesia ini jangan ada yang mengatakan yang berkaitan dengan sara karena kita tidak terlepas dan terlahir. mungkin ,kalau kita pelajari yang melakukan sara mungkin ada turunan nya bisa jadi dari nenek moyang. Kita di negara indonesia ini harus bersatu Dan Bhineka Tunggal Ika harus sesuai dengan Falsafah Pancasila. Kalau terjadi seperti ini kita harus tangani. Apalagi di tengah ekonomi begini bisa menjadi konflik besar.bisa menilmbulkan perpecahan." Ucap Fari

Selain itu Fari mengatakan pihak kepolisian harus bertindak tegas

" Pihak kepolisian harus bisa menanggapi hal ini. Karena pihak kepolisian harus bisa menenangkan masyarkat dan menindak tegas hal ini" Lanjut Fari

Sri Widarti yang keseharian nya di panggil Wiwid ketua Bundo kanduang IKLA  mengatakan ketidak setujuan nya terkait hal ter

"Saya Wiwid selaku ketua Bundo kanduang IKLA ( Ikatan keluarga Luhak Agam ) sangat tidak setuju perihal menghujat suku .karena kita satu kesatuan yaitu bhineka tunggal Ika." Ucap Wiwid 

Sisi lain, Frans Chaverius Tampubolon, S.H.,M.H sebagai Kuasa Hukum dari PT KKU yang di pimpin Handoko mengaku telah melaporkan hal tersebut ke Polda Riau 

" Mereka telah kami laporkan ke Polda Riau dengan nomor laporan STTLP/B/183/IV/2026/SPKT/Polda Riau, Dan kami berharap ini segera di laksanakan tindakan tegas " Ucap Frans Chaverius Tampubolon, S.H.,M.H.

Sementara itu Handoko sebagai Direktur Utama PT.KKU menjelaskan kronologi kejadian kepada wartawan.

" Masalah ini berawal dari mereka yang menurut saya bukan melakukan Demonstrasi tapi sudah tindakan Rasis karena tidak ada surat dari kepolisian. Mereka menghasut masa dengan mengumpulkan orang di kesjid. Saat masuk mereka juga melakukan tindakan anarkis dengan mengancam operator kita dan mobil yang sedang bekerja, mereka hentikan dengan ancaman jika terus di lakukan maka mobil akan di hancurkan. Serta banyak lagi yang lain nya. Jadi menurut saya hal SARA ini memang di sengajakan mereka. Karena karyawan saya banyak orang Jawa." Ucap Handoko

"Saya melihat ini sudah terstruktur karena sudah sembilan kali dan mereka juga dengan sengaja menghancurkan tanggul,  pengancaman terhadap karyawan dan banyak lagi lain nya jika di sebutkan satu per satu."

Handoko berharap pihak berwajib menangani kasus ini dengan serius 

" Saya berharap pihak berwajib menangani kasus ini dengan serius. Agar bisa menjadi efek jera dan pelajaran bagi generasi berikut nya agar tidak ada lagi kejadian SARA di Negara Bhineka Tunggal Ika ini" Tutup Handoko

Red/team




Untuk saran dan pemberian informasi kepada redaksi suarahebat.com, silakan kontak ke email: [email protected]


Komentar Anda


Berita Pilihan
KPK Kembangkan Kasus Dugaan Korupsi DJKA Medan, Sorotan Mengarah pada Dugaan Fee Rp 3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

DPP GRIB Jaya Tegaskan Pemecatan Imelda Samsi, Dinilai Lakukan Tindakan yang Mengganggu Stabilitas Organisasi

Desak Solusi Nyata bagi Kasus Bunda Jasmiati, Pengacara Mirwansyah Pertanyakan Arahan Wako Agung Nugroho Hubungi Layanan 112

Aktifkan Kembali Siskamling, Wawako Pekanbaru Markarius Anwar Ajak Warga Perkuat Keamanan Lingkungan

Dugaan Penipuan Seret Nama Anggota DPRD Pekanbaru, GRIB Jaya Desak Hanura Bersihkan Citra Partai

Kasat Reskrim Polresta Pekanbaru Tegaskan Komitmen Berantas Kejahatan, 6 Pelaku Begal dan Penipuan Online Berhasil Diamankan

DPD GRIB Jaya Riau Pertegas Disiplin Organisasi, Martin Purba Sebut Pengurus yang Dipecat Tak Lagi Berwenang Mengatasnamakan DPP

Rencana Pembagian Ponsel untuk RT/RW Harus Dikaji Matang, Jangan Sampai Jadi Beban Anggaran Tanpa Dampak Nyata

GRIB Jaya Pekanbaru Desak Kejari Usut Tuntas Dugaan Penyimpangan Anggaran Sosper DPRD T.A 2024–2025

DPD GRIB Jaya Riau Resmi Berhentikan 3 Pengurus, Tegaskan Penataan Organisasi dan Disiplin Internal

Copyright © 2026 Suarahebat.com - All Rights Reserved
Scroll to top