Selasa, 4 Agustus 2026

Breaking News

  • KPK Kembangkan Kasus Dugaan Korupsi DJKA Medan, Sorotan Mengarah pada Dugaan Fee Rp 3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI   ●   
  • IMO-Indonesia Hadiri Rakerkornas APINDO Ke XXXV di Makassar   ●   
  • TIM Ekspedisi Merah Putih Presisi Polda Riau Tembus Pedalaman Talang Mamak Kobarkan Semangat Merah Putih Hadirkan Kepedulian Nyata untuk Negeri   ●   
  • Ratusan Pedagang STC Kepung DPRD Pekanbaru, Tuntut Kepastian Hukum: Jangan Biarkan Nasib UMKM Digantung Tanpa Solusi   ●   
  • Polantas Karib Hadir, Edukasi Keselamatan Berlalu Lintas Warnai Car Free Day Pekanbaru   ●   
Gunakan Alat Berat, Aktivitas Tambang Emas Ilegal di Petapahan Gunung Toar Resahkan Warga; Desak Polda Riau Tangkap Pemilik
Jumat 08 Mei 2026, 21:12 WIB

suarahebat.com, KUANTAN SINGINGI - Aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di wilayah Desa Petapahan, Kecamatan Gunung Toar, Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), dilaporkan semakin masif. Berdasarkan pantauan lapangan dan laporan warga, para pelaku kini terang-terangan menggunakan alat berat untuk mengeruk lahan, yang memicu kekhawatiran akan kerusakan lingkungan skala besar (jum'at 8 Mei 2026).

Dalam sebuah dokumentasi foto bertanggal **8 Mei 2026**, terlihat satu unit ekskavator bermerek **Caterpillar (CAT)** sedang beroperasi di area perbukitan yang telah gundul. Penggunaan alat berat ini mengindikasikan bahwa kegiatan ilegal tersebut dikelola secara terorganisir dan memiliki modal besar, melampaui skala pertambangan rakyat tradisional.

### **Poin-Poin Utama Kejadian:**

* **Lokasi:** Desa Petapahan, Kecamatan Gunung Toar, Kabupaten Kuantan Singingi.
* **Modus Operandi:** Penggunaan alat berat (ekskavator) untuk mempercepat proses pengerukan tanah dan pencarian emas.
* **Dampak:** Kerusakan bentang alam, potensi pencemaran aliran sungai, dan gangguan ekosistem hutan di sekitar wilayah Gunung Toar.

### **Desakan Masyarakat kepada Penegak Hukum**

Warga setempat yang meminta identitasnya dirahasiakan menyatakan bahwa aktivitas ini sudah berlangsung cukup lama namun terkesan luput dari penindakan tegas. Masyarakat kini mendesak **Polda Riau** untuk segera mengambil tindakan nyata, bukan sekadar imbauan.

> *"Kami meminta Kapolda Riau untuk segera turun tangan menangkap pemilik modal dan menyita alat berat yang beroperasi di Petapahan. Keberadaan mereka sangat merusak lingkungan kami dan seolah kebal hukum,"* ujar salah satu tokoh masyarakat setempat.

Masyarakat berharap pihak kepolisian dapat mengusut tuntas siapa aktor intelektual atau pemilik di balik alat berat tersebut, mengingat biaya sewa dan operasional ekskavator memerlukan dana yang tidak sedikit.

### **Konsekuensi Hukum**

Sesuai dengan **UU No. 3 Tahun 2020** tentang Perubahan atas UU No. 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara, setiap orang yang melakukan penambangan tanpa izin dapat dipidana penjara paling lama 5 tahun dan denda paling banyak Rp100 miliar. Selain itu, penggunaan alat berat dalam kawasan hutan tanpa izin juga melanggar UU Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan (P3H).

Hingga berita ini diturunkan, masyarakat terus memantau pergerakan alat berat tersebut dan berharap adanya respons cepat dari jajaran penegak hukum demi menyelamatkan lingkungan di Kabupaten Kuantan Singingi.*(Redaksi)




Untuk saran dan pemberian informasi kepada redaksi suarahebat.com, silakan kontak ke email: [email protected]


Komentar Anda


Berita Pilihan
KPK Kembangkan Kasus Dugaan Korupsi DJKA Medan, Sorotan Mengarah pada Dugaan Fee Rp 3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

DPP GRIB Jaya Tegaskan Pemecatan Imelda Samsi, Dinilai Lakukan Tindakan yang Mengganggu Stabilitas Organisasi

Desak Solusi Nyata bagi Kasus Bunda Jasmiati, Pengacara Mirwansyah Pertanyakan Arahan Wako Agung Nugroho Hubungi Layanan 112

Aktifkan Kembali Siskamling, Wawako Pekanbaru Markarius Anwar Ajak Warga Perkuat Keamanan Lingkungan

Dugaan Penipuan Seret Nama Anggota DPRD Pekanbaru, GRIB Jaya Desak Hanura Bersihkan Citra Partai

Kasat Reskrim Polresta Pekanbaru Tegaskan Komitmen Berantas Kejahatan, 6 Pelaku Begal dan Penipuan Online Berhasil Diamankan

DPD GRIB Jaya Riau Pertegas Disiplin Organisasi, Martin Purba Sebut Pengurus yang Dipecat Tak Lagi Berwenang Mengatasnamakan DPP

Rencana Pembagian Ponsel untuk RT/RW Harus Dikaji Matang, Jangan Sampai Jadi Beban Anggaran Tanpa Dampak Nyata

GRIB Jaya Pekanbaru Desak Kejari Usut Tuntas Dugaan Penyimpangan Anggaran Sosper DPRD T.A 2024–2025

DPD GRIB Jaya Riau Resmi Berhentikan 3 Pengurus, Tegaskan Penataan Organisasi dan Disiplin Internal

Copyright © 2026 Suarahebat.com - All Rights Reserved
Scroll to top